Kunjungan kerja Menteri Kesehatan Prof Nila Moeloek ke Sumatera Barat ternyata punya cerita sendiri soal kuliner. Dalam beberapa kesempatan, Menkes Nila berkali-kali mengatakan bahwa rendang merupakan masakan paling enak di dunia.
"Kuliner Sumatera Barat memang cuma ada dua kata. Enak dan sangat enak. Apalagi rendang. Rendang itu sudah diakui sebagai makanan paling enak di dunia," ungkap Menkes Nila dalam sambutannya di Rapat Koordinasi Teknis Dinas Kesehatan Sumatera Barat, di Istana Bung Hatta, Bukittinggi, Sumatera Barat, seperti ditulis Minggu (22/2/2015).
Menkes mengatakan bahwa rendang yang terbuat dari daging memang memiliki kandungan protein yang tinggi. Jika dimakan dengan nasi hangat yang mengandung karbohidrat kompleks, kecukupan gizi pun akan dapat terpenuhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia juga mengatakan rendang mempunyai risiko tinggi menyebabkan penyakit tidak menular. Darah tinggi, kolesterol tinggi hingga diabetes dan penyakit jantung membayangi orang-orang yang doyan makan rendang.
Oleh karena itu, ia menganjurkan agar makan rendang dan nasi hangat haruslah ditambah dengan serat yang cukup. Sayuran hijau seperti singkong atau bayam dikatakan Menkes dapat memperkaya nilai gizi sehingga tak hanya protein dan karbohidrat saja yang masuk ke tubuh.
"Rendang memang enak, cuma harus ditambah serat agar seimbang. Tentu juga tidak bisa melupakan olahraga karena kalau tidak olahraga tapi banyak makan, nanti jadinya obesitas. Kalau obesitas nanti kena diabetes, darah tinggi hingga jantung dan stroke," ungkapnya.
Menkes bahkan sempat berseloroh ketika berbicara soal stroke. Menurutnya, makanan enak yang disajikan di Bukittinggi memperbesar risiko stroke para warga. Akibatnya, dibangunlah RS Stroke Nasional di kota tersebut.
"Hati-hati ya bapak-ibu. Bukan nggak boleh makan banyak, saya juga makan banyak. Tapi harus tetap berolahraga, jangan mentang-mentang di Bukittinggi ada RS Stroke jadinya ngegampangin aja," tegasnya.
Baca juga: Manfaat Sehat Kimchi: Cegah Kanker Hingga Stabilkan Kadar Kolesterol
(mrs/up)











































