Atresia bilier terjadi karena saluran empedu untuk menyalurkan cairan empedu ke usus tidak terbentuk sempurna. Akibatnya cairan akan terus diproduksi dan menumpuk di hati yang bila dibiarkan dapat membuat kerusakan. Gejalanya kulit bayi akan menguning dan perut membesar, sama seperti apa yang terjadi pada Aulia.
Sayang Kiki mengaku saat itu dirinya tidak terlalu paham sakit Atresia, ia ingin anaknya cepat sembuh dan Aulia di bawa ke rumah sakit dan berbagai pengobatan alternatif. Dengan suami yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir berpenghasilan Rp 2 juta per bulan, Kiki pun akhirnya terpaksa menjual berbagai harta benda termasuk perhiasan untuk pengobatan anak pertamanya itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Diduga Atresia Bilier, Anak Sopir Fuso dari Lampung Selatan Dirawat RSCM
Hasilnya, mereka menghabiskan tabungan sekitar Rp 20 juta dan tanpa hasil. Dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memberitahu Kiki bahwa Aulia membutuhkan tranplantasi hati. Setelah bertukar cerita dengan orang tua yang berpengalaman, barulah Kiki paham.
"Sesama teman yang berpengalaman beda-beda bilangnya ada yang bilang biayanya butuh 1,7 miliar, terus 1,2 miliar, ada juga yang 1 miliar. Yang pastinya kita butuh dana banyak karena nyari dana sampai bermiliar-miliar itu susah banget," ungkap Kiki.
Sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Aulia akan mendapatkan keringanan namun tidak sepenuhnya ditanggung. Kiki masih harus memutar otak untuk menyiapkan dana setidaknya 1 miliar dalam jangka waktu 6 bulan karena dokter memberi target Aulia harus mendapat transplantasi hati pada usia 1,5 tahun.
Bagi pembaca detikHealth dermawan yang ingin membantu Aulia, Anda bisa mengirim bantuan dana ke rekening Bank Niaga 5180122541119 atas nama Kurniawan.
Baca juga: Pesan Ortu Pasien Caroli Disease: Jangan Remehkan Kuning pada Bayi
(up/up)











































