Rabu, 11 Mar 2015 13:20 WIB

Menkes Nila: Soal Narkoba, Orang Indonesia Terlalu 'Kreatif'

- detikHealth
Foto: Uyung/detikHealth
Makassar - Perang melawan narkoba telah digaungkan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam kunjungan ke Sulawesi Selatan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyebut orang Indonesia terlalu 'kreatif' untuk urusan narkoba.

Sindiran tersebut dilontarkan Menkes Nila saat mendengar kisah anak kelas 6 SD yang sudah mengonsumsi THP (Trihexyphenydil) untuk mabuk-mabukan. Padahal, obat tersebut sebenarnya merupakan obat parkinson.

"Masyarakat kita ini terlalu kreatif ya. Penenang untuk parkinson, dia manfaatkan untuk 'fly'. Jadi seperti menyalahgunakan Napza juga sebenarnya," kata Menkes Nila dalam temu media di Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar, Rabu (11/3/2015).

Baca juga: Gara-gara Dokter, Pria Ini 'Nyandu' Obat Batuk selama 8 Tahun

Menurut Menkes Nila, munculnya beragam minuman keras oplosan juga disebabkan oleh 'kreativitas' serupa. Umumnya karena tidak punya cukup uang untuk mendapatkan minuman keras yang legal, sebagian orang berkreasi dengan mengoplos bahan-bahan berbahaya.

"Itu sama juga juga dengan penyalahgunaan obat parkinson. Jeleknya, kenapa kok diberikan di apotek," lanjut Menkes Nila.

Obat parkinson THP merupakan obat keras yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter. Apotek tidak boleh menjualnya dengan bebas ke sembarang orang. Namun belakangan, penyalahgunaan THP dilaporkan tengah marak di Kota Makassar.

"Nggak boleh itu. Apoteknya bisa ditutup," tegas Menkes Nila.

Baca juga: Biarkan Putrinya Keracunan Heroin, Claire Digiring ke Penjara

(up/vit)