Ilmuwan Mampu Prediksi Kesuksesan Film dari Gelombang Otak Para Penonton

Ilmuwan Mampu Prediksi Kesuksesan Film dari Gelombang Otak Para Penonton

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Senin, 16 Mar 2015 08:24 WIB
Ilmuwan Mampu Prediksi Kesuksesan Film dari Gelombang Otak Para Penonton
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Rotterdam - Kesuksesan sebuah film tentu dapat diukur dari banyaknya penonton dan omset yang didapat dari penayangannya. Uniknya, sekelompok peneliti ini menemukan cara lain untuk memprediksi keberhasilan sebuah film, yaitu dengan memanfaatkan gelombang otak.

Bahkan partisipan yang ambil bagian dalam studi ini hanya perlu diperlihatkan trailernya saja, lalu dengan mengamati gelombang otak mereka, peneliti bisa memperkirakan apakah film itu bisa masuk 'box office' atau tidak ketika diputar di layar lebar nanti.

Untuk penelitian ini, 32 orang partisipan dilibatkan, rata-rata dari mereka merupakan mahasiswa. Tiap orang kemudian disuguhi 18 trailer film, dan di kepala mereka ditempeli beberapa elektroda untuk mengukur gelombang otak mereka, atau biasa disebut dengan tes electroencephalography atau EEG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dengan Memakai 'Helm Microwave' Ini, Stroke Bisa Langsung Dideteksi

Setiap kali mereka selesai menonton satu trailer, partisipan ditanya apakah film itu menarik atau tidak dan apakah mereka berkenan membeli DVD-nya atau tidak. Dan setelah menonton ke-18 trailer film yang disediakan, barulah partisipan diminta memberikan peringkat berdasarkan bagus tidaknya film-film itu di mata mereka. Demikian seperti dikutip dari Livescience, Senin (16/3/2015).

Jawaban itu lantas dibandingkan dengan hasil tes EEG mereka. Ternyata dari pengamatan gelombang beta pada otak, peneliti menyimpulkan bahwa semakin besar gelombang yang terekam ketika partisipan menonton trailer, maka makin tinggi pula penilaian positif yang diberikan partisipan kepada film yang ia saksikan sebelumnya.

Begitu juga saat peneliti mengamati gelombang gamma di otak mereka. Makin tinggi aktivitas gelombang ini, makin banyak profit yang diraup dari penayangan film tersebut.

"Dan ternyata hitung-hitungan prediksi ini jauh lebih akurat bila dikombinasikan dengan data pengamatan gelombang otak, ketimbang hanya mengetahui ketertarikan atau pendapat mereka saja lewat survei. Dan ini salah satu bukti bahwa EEG memang bermanfaat di dunia nyata, bahkan mampu memberikan prediksi tentang perilaku manusia secara lebih baik," tandas peneliti dari Erasmus University.

Apalagi teknologi EEG tergolong relatif murah, sehingga bila metode ini dipergunakan sebagai salah satu strategi pemasaran, semisal untuk mengoptimalkan pembuatan trailer sebuah film, maka keuntungan lebih akan didapat produser, karena jauh lebih efisien.

Baca juga: Tato Khusus untuk Memonitor Gelombang Otak dan Denyut Nadi

(Rahma Lillahi Sativa/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait