Saat ini puluhan stasiun dalam sistem transportasi umum di Mexico City telah dilengkapi mesin-mesin khusus yang mengeluarkan tanda 'tumpangan gratis' bagi penumpang yang melakukan latihan squat sebanyak 10 kali. Tak cuma memantau jumlah squat yang dilakukan, mesin yang ada juga bisa memberi tahu penumpang berapa banyak kalori yang telah dibakar.
Ini merupakan cara baru untuk menarik perhatian publik terkait tingkat obesitas masyarakat di Meksiko. Sebab di Meksiko, 70 persen orang dewasa dan hampir sepertiga anak-anak mengalami kelebihan berat badan. Konon angka ini lebih tinggi ketimbang yang terjadi di AS dan di Australia. Demikian dikutip dari AFP dan ditulis pada Selasa (17/3/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek tersebut dirancang oleh Walikota kiri Miguel Angel Mancera. Saat ini sekitar tiga puluh mesin penghitung aktivitas squat telah dipasang di seluruh kota. Pedometer untuk melacak energi yang telah dikeluarkan juga dibagikan kepada 80 ribu pengguna pertama mesin tersebut.
Untuk diketahui, di Mexico City, transportasi umum banyak mengandalkan kereta bawah tanah. Sebagai sarana vital transportasi, tak heran lebih dari 5 juta orang menggunakan alat transportasi ini setiap harinya.
Pada Desember 2013 lalu tiket Metro untuk transportasi umum di Mexico City naik dari Rp 2.500 menjadi Rp 4.300 dan berbuntut munculnya kritik keras dari para komuter. Apalagi upah minimum per hari hanyalah sekitar Rp 60 ribu. Karena itu tiket gratis yang didapat melalui olahraga ringan dinilai bisa menjadi solusi yang baik.
Baca juga: Bayi-bayi Super Gemuk, Berbobot 'Luar Biasa' di Usia Muda
Kegiatan serupa pernah digelar di Rusia pada 2013 lalu. Dalam rangka persiapan olimpiade di Sochi, digalakkan program sehat untuk warga. Barang siapa ingin mendapatkan tiket Metro gratis, syaratnya adalah melakukan squat sebanyak 30 kali.
Menurut Anda, cocokkah kegiatan serupa dilakukan juga di Indonesia? (Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)











































