Wykesha ditemukan meninggal di atas meja pijat salon Deep Ellum di Dallas pada 19 Februari lalu. Saat petugas kepolisian datang, terlihat sebagian celana yang dipakai perempuan itu telah ditarik ke bawah. Ditemukan pula kain kasa dengan noda darah di pantatnya.
Menurut Patricia Kelley (70), perempuan yang telah merawat Wykesha sejak bayi mengatakan bahwa Wykesha memang selalu menyatakan ingin memiliki bokong besar. Wykesha yang bekerja sebagai staf di panti jompo lantas tergoda untuk menggunakan cara ilegal demi mendapatkan pantat besar impiannya. Ya, prosedur ilegal ini memang jauh lebih murah ketimbang operasi plastik yang biasa dilakukan di rumah sakit atau klinik berlisensi, namun tentu saja lebih berisiko karena tidak diketahui tingkat keamanan bahan yang digunakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Demi Punya Tubuh Sempurna, Tatiana Suntik Botox Ilegal Selama 20 Tahun
Patricia khawatir saat mengetahui Wykesha akan kembali menjalani penyuntikan untuk memperbesar bokong. Sebab menurut Patricia, saat itu bokong Wykesha sudah terlalu besar. "Dia tergila-gila pada suntikan barang ilegal itu," ucap Patricia.
Hingga akhirnya polisi menemukan Wykesha di salon tersebut dalam keadaan sudah meninggal. Isi salon sudah bersih, bahkan dompet dan handphonenya juga tidak ada. Terkait kasus itu, polisi pun mengeluarkan surat penangkapan untuk Denise Ross (43) dan Jimmy Clarke alias Alicia (31) atas tuduhan praktik kedokteran tanpa lisensi.
Kepada polisi Alicia mengaku tidak tahu apa yang menyebabkan Wykesha meninggal. Dia menuturkan, saat datang ke salonnya, Wykesha hanya mengatakan dirinya sedang tidak enak badan dan ingin berbaring. Itu makanya Alicia mengunci Wykesha yang sedang tidur di dalam salon. Saat kembali lagi ke salon di pagi harinya, ternyata Wykesha sudah meninggal. Meski demikian, dalam laporan petugas pemeriksa medis Dallas County, ditemukan bekas suntikan dan silikon cair di pantat Wykesha. Demikian dikutip dari Wfaa.com.
Menurut keterangan para saksi yang menggunakan jasa Denise dan Alicia, kedua orang itu sudah sekitar tiga tahun menjalankan bisnis salon dengan layanan pembesaran bokong secara ilegal. Untuk prosedur pembesaran bokong, dipasang tarif sekitar Rp 3 juta hingga Rp 6 juta. Prosedur dilakukan dalam waktu 15 hingga 45 menit.
Mantan pasien Denise dan Alicia menyebut kedua orang itu bekerja layaknya orang profesional. Saat pasien datang, Denise dan Alicia akan bertanya apa yang melatarbelakangi mereka datang ke salon itu dan ingin menjalani pembesaran anggota tubuh. Pasien dipastikan menjalani prosedur bukan atas paksaan dari kekasih atau suaminya.
Baca juga: 'Ramuan' Berbahaya untuk Perbesar Organ Tubuh, dari Minyak hingga Semen
Selanjutnya pasien diminta untuk melepas celananya dan berbaring di meja pijat yang ditutupi kertas. Lalu Denise dan Alicia akan mengambil jarum suntik. Kepada pasien, mereka mengatakan menggunakan hidrogel. Mereka juga meminta pasien untuk rileks karena penyuntikan yang dilakukan tidak menyakitkan, rasanya seperti saat diimunisasi. Lalu Denise dan Alicia akan menggunakan super glue yang ditaruh di bola kapas lalu ditutupkan ke bekas suntikan.
Pernah suatu kali ada pasien yang mengaku meminta Denise dan Alicia memberikan tambahan suntikan, namun keduanya menolak. Mereka beralasan suntikan tambahan pada saat itu tidak bisa diberikan dengan alasan keamanan.
Kepada pasien yang telah menjalani prosedur, Denise dan Alicia berpesan agar menjaga daerah yang diperbesar agar tetap bersih, tidak menggores atau menggaruknya, serta tidak menekan daerah tersebut dengan berat badan selama beberapa hari. Meski telah mematuhi saran Denise dan Alicia, namun ada pula yang merasa sakit dan nyeri luar biasa setelah mendapat suntikan. Inilah yang melatarbelakangi beberapa orang melaporkan Denise dan Alicia ke polisi.
Baca juga: 5 'Korban' Payudara dan Bokong Gede, Meninggal Usai Perbesar Aset Tubuhnya
(Nurvita Indarini/AN Uyung Pramudiarja)











































