Tak Hanya Masalah Pernapasan, Polusi Juga Bisa Bikin Galau Makin Parah

Tak Hanya Masalah Pernapasan, Polusi Juga Bisa Bikin Galau Makin Parah

- detikHealth
Selasa, 31 Mar 2015 07:31 WIB
Tak Hanya Masalah Pernapasan, Polusi Juga Bisa Bikin Galau Makin Parah
ilustrasi (Foto: thinkstock)
Baltimore - Selama ini polusi udara hanya diyakini dapat membebani kesehatan fisik seseorang, terutama sistem pernapasannya. Padahal lewat sebuah penelitian terbaru, diketahui bahwa pencemaran udara dapat memicu gangguan kesehatan mental juga lho.

Setidaknya inilah yang berhasil terungkap dari dua penelitian terbaru dari Amerika ini. Studi pertama memastikan polusi udara terbukti memicu serangan stroke pada orang-orang yang telah memiliki faktor risiko.

Baca juga: Perkembangan Otak Anak Bisa Terganggu Gara-gara Paparan Polusi Udara

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan studi kedua memunculkan wacana baru tentang dampak polusi terhadap kesehatan mental. Setelah melakukan survei terhadap lebih dari 70.000-an wanita berusia 57-85 tahun, mereka yang tinggal di wilayah yang tingkat polusinya tinggi lebih sering melaporkan gejala gangguan ansietas atau kecemasan multipel (multiple anxiety syndrome).

Bahkan 15 persen di antaranya memperlihatkan gejala ansietas 'parah', kendati itu bukan berarti mereka mengidap gangguan ansietas. Ketua tim peneliti, Melinda Power dari Johns Hopkins University, Baltimore dan timnya menduga polusi sebenarnya hanya memicu gejala kecemasan secara tidak langsung, yakni dengan memperburuk gejala gangguan jantung maupun paru-paru yang dimilikinya.

"Tapi sebenarnya polusi udara tidak lantas membuat risiko penyakit yang dimiliki partisipan menjadi kronis," imbuh Power seperti dikutip dari CBS News, Selasa (31/3/2015).

Namun Michael Brauer dari University of British Columbia, Vancouver, editor jurnal BMJ di mana studi ini dipublikasikan, mengatakan dari penelitian yang dilakukan terhadap sejumlah tikus di lab, pencemaran udara dikatakan dapat mempengaruhi kinerja otak tikus sehingga memicu kecemasan.

Tapi ia meyakini bila keterkaitan antara polusi dan gejala ansietas dapat dibuktikan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti risiko gangguan mental seseorang dapat dikurangi hanya dengan mengurangi paparan pencemaran udara.

Kendati demikian Power belum bisa mengatakan kualitas udara yang baik akan membantu mengurangi gejala ansietas. "Penelitian ini masih sangat dini," tutupnya.

Baca juga: Kanker Paru Geser Kanker Payudara, 'Pembunuh' Wanita No 1 di Negara Maju


(lil/rdn)

Berita Terkait