Pemain trompet berusia 20 tahun yang namanya dirahasiakan mengaku ia tak merasakan sakit apa pun ketika meniup terompet. Ia baru sadar ketika ada teman yang memberitahu bahwa lehernya menggelembung seperti kodok.
"Saat saya bertambah tua, rasanya menjadi semakin tak nyaman karena aliran udara terasa seperti terhambat. Ini biasanya terjadi kalau saya kurang pemanasan atau jarang latihan," ujar sang pria kepada dokter yang melaporkan kasus ini di jurnal BMJ Case Reports.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rachel Edmiston dari Central Manchester University Hospital mengatakan sang pria telah banyak menemui dokter tapi tak ada yang tahu penyakit apa itu. Ia sendiri mengaku awalnya tak bisa menemukan hal yang salah ketika pertama kali melakukan pemindaian CT.
Sang pria kemudian diminta untuk bermain trompet sambil dipindai ulang. Hasilnya dokter menemukan ada area tak normal di leher pasien yang membesar ketika meniup trompet dan dugaan sementara karena pharyngocele. Orang dengan kondisi ini otot di area pharynxnya lemah akibat sering berada di bawah tekanan sehingga bisa menggelembung ketika ia meniup. Keluhan pharyngocele di antaranya batuk-batuk, sulit menelan, muntah, dan nyeri.
Namun ada penyakit lain yang serupa yaitu laryngocele, bedanya otot lemah dan penggelembungan terjadi di area kotak suara. Edmiston mengatakan kotak suara orang dengan kondisi ini juga menggelembung oleh udara karena sering berada di bawah tekanan dalam waktu lama. keluhan laryngocele di antaranya suara serak dan sulit bernapas.
"Baik pharyngoceles dan laryngoceles dapat terjadi akibat tekanan positif berkepanjangan. Penilaian akurat lewat pemeriksaan dan penggambaran serat optik dibutuhkan untuk mengkonfirmasi diagnosis," tulis Edmiston seperti dikutip dari BMJ Case Reports pada Selasa (7/4/2015).
Dr Len Horovitz dari Lenox Hill Hospital, New York, mengomentari kasus dan mengatakan bahwa pemain alat tiup perlu mewaspadai kondisi tersebut. Guru terutama sebaiknya bisa melihat munculnya gejala pada murid-murid.
Baca juga: Wanita Berkaki 'Balon', Menggelembung Hingga 31,7 Kg karena Elephantiasis
(fds/up)











































