Pejuang ASI, Ibu Ini Tak Malu Susui Bayinya Saat Jadi Pembicara di Seminar

Pejuang ASI, Ibu Ini Tak Malu Susui Bayinya Saat Jadi Pembicara di Seminar

- detikHealth
Selasa, 21 Apr 2015 15:46 WIB
Pejuang ASI, Ibu Ini Tak Malu Susui Bayinya Saat Jadi Pembicara di Seminar
Nia Umar (Foto: dian/detikHealth)
Jakarta - Beberapa ibu ada yang malu atau enggan jika menyusui buah hatinya di depan umum. Meskipun, ada juga yang tetap percaya diri meski harus menyusui sang bayi di depan khalayak. Nah, hal inilah yang dialami oleh seorang ibu bernama Nia Umar.

Saat menjadi pembicara dalam seminar ASI 'Meningkatkan Keberhasilan Menyusui pada Ibu Bekerja: Upaya Meningkatkan Produktivitas Kerja' di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2015), Nia yang merupakan wakil ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) awalnya santai-santai saja ketika membawakan presentasi sambil menggendong Nayla, putri bungsunya yang berusia 2 bulan.

Namun, beberapa menit menyajikan materi, tiba-tiba si kecil Nayla gelisah dan ia mulai menangis. "Aduh kayaknya dia (Nayla-red) udah tahu ini waktunya nyusu deh. Saya lanjut aja sambil menyusui nggak apa-apa ya?" tanya Nia kepada para peserta seminar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sontak para peserta pun mengiyakan permintaan Nia. Tanpa sungkan, ibu tiga anak ini duduk di kursi dilengkapi dengan stand mic, menyusui anaknya sambil tetap menyajikan materi seminar. Beberapa dokter anak yang juga hadir dalam seminar ini pun turut mengabadikan momen tersebut.

Kurang lebih 30 menit, Nia menyajikan materi sambil duduk menyusui si kecil Nayla. Setelah disusui, Nayla pun terlihat tenang dan akhirnya tertidur. Ditemui usai seminar, Nia mengaku ia tidak malu jika harus menyusui anaknya di depan umum.

Baca juga: Menyusui Bayi di Tempat Umum

"Nggak perlu ngumpet-ngumpetlah, ini kan hal yang alami, anak membutuhkan ibu. Kan saya juga nggak pamer-pamer kan ibaratnya, nggak kelihatan juga pas saya lagi menyusui," kata wanita bernama lengkap Rahmania Housniati ini.

Menurutnya, saat ini menyusui di depan umum bisa diakali menggunakan baju menyusui atau apron. Sehingga, ibu tidak merasa risi atau malu saat menyusui bayinya. Namun, ia menekankan, mau tidaknya ibu menyusui di depan umum memang tergantung kepercayaan diri dan kenyamanan sang ibu dan tidak bisa dipaksakan.

Terkait dengan Hari Kartini yang jatuh tepat pada hari ini, Nia sedikit menyuarakan pendapatnya terkait sosok perempuan hebat. "Perempuan yang hebat buat saya ya perempuan yang menjadi ibu dari anak-anaknya secara mumpuni, mumpuni dalam artian hadir saat anak membutuhkan, berusaha untuk menyusui anaknya dengan segala tantangan yang ada, mencari tempat di mana mereka mendapat dukungan untuk menyusui," tutur Nia.

"Kerja bawa-bawa termos untuk ASI perahnya, kan itu perjuangan ya, nggak semua ibu sampai berdedikasi seperti itu. Saya yakin semua ibu akan melakukan yang terbaik bagi anaknya. Saya harap ibu-ibu Indonesia saat ini semoga menjadi kartini untuk Indonesia ke depannya," pungkas Nia.

Baca juga: Studi: Masih Banyak Wanita yang Malu Menyusui di Tempat Umum


(rdn/vit)

Berita Terkait