Dari penelitian sebelumnya terungkap bahwa orang yang menikah akan cenderung terhindar dari stres, lebih aktif bergerak dan mempunyai pola makan yang sehat. Akan tetapi hampir tidak ada penelitian yang mengungkap dampak poligami atau menikahi lebih dari satu wanita bagi kesehatan seorang pria.
Baca juga: Riset Buktikan Bakat Selingkuh Bisa Diturunkan Secara Genetis
Poligami banyak dipraktikkan pada masyarakat di kawasan Afrika Utara dan Barat, Timur Tengah, Asia Tengah dan Asia Tenggara yang rata-rata didominasi penduduk Muslim. Untuk itu peneliti mengambil sampel dari sejumlah pasien angina yang dirujuk ke lima rumah sakit di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partisipan berjumlah 687 pria menikah dengan usia rata-rata 59 tahun. Sekitar 56 persen di antaranya mengidap diabetes, 57 persen tekanan darah tinggi dan 45 persen memiliki riwayat penyakit arteri koroner.
Sebagian besar dari mereka memiliki satu orang istri (68 persen), namun sisanya mempunyai dua istri (19 persen), tiga istri (10 persen) dan 4 istri (3 persen), "Ternyata pria yang beristri lebih dari empat orang berisiko lima kali lipat untuk terkena penyakit jantung," simpul peneliti, Dr Amin Daoulah seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (5/5/2015).
Rinciannya, risiko penyakit arteri koroner pada pelaku poligami mencapai 4,6 kali lipat, Left Main Disease atau penyempitan pangkal pembuluh darah koroner bagian kiri sebesar 3,5 kali lipat, serta Coronary Microvascular Disease yang akan mempengaruhi dinding pembuluh darah kecil atau kapiler di jantung, mencapai 2,6 kali lipat.
"Namun pria dengan banyak istri harus memiliki kondisi finansial yang mapan, atau setidaknya mempunyai lebih dari satu pendapatan. Dari sini kita bisa menduga mereka harus bekerja lebih ekstra atau sering bepergian ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang gajinya lebih besar," terang dokter ahli jantung dari King Faisal Specialist Hospital and Research Centre, Jeddah, Arab Saudi tersebut.
Apalagi dalam Islam diketahui bahwa pelaku poligami harus memperlakukan istri-istri mereka secara adil, dengan nafkah lahir dan batin, belum lagi jika dari pernikahan-pernikahan tersebut dihasilkan beberapa orang anak. Inilah yang diduga memicu stres, yang pada akhirnya membebani kesehatan jantung mereka.
Baca juga: Riset: Pria Takut Diselingkuhi Secara Fisik, Wanita Cemas Diduakan Hatinya
(Rahma Lilahi Sativa/Ajeng Anastasia Kinanti)











































