Direktur Utama RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Dr dr Fatmawati, MPH menuturkan dengan tekanan negatif, udara di dalam ruangan akan didorong keluar kemudian diproses baru kemudian dilepas ke udara. "Jadi ada sistemnya, sehingga udara di dalam ruang isolasi itu selalu bersih," kata dr Fatmawati di Intercontinental Hotel, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Rabu (6/5/2015).
Terkait adanya ruang isolasi bertekanan negatif, sampai saat ini fasilitas tersebut baru dimiliki 20 RS yang tersebar di wilayah Indonesia. Staf Ahli Menteri Kesehatan Bidang Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan Sri Henni Setiawati, MHA mengatakan idealnya setidaknya ada RS dengan fasilitas ruang isolasi bertekanan negatif yang dapat dijadikan rujukan tiap pulau. Sehingga, penanganan penyakit infeksi tidak hanya bertumpu di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tiap provinsi idealnya sih harus punya, jadi total ada 32 RS-lah ya. Artinya kita juga harus kejar semua RS yang sudah memiliki ruang isolasi seperti itu dengan standar internasional. Untuk antisipasi terhadap penyakit infeksi di kita juga sudah sangat baik contohnya saat menangani pasien suspect ebola waktu itu ya. Jangan lupa juga di kita masih ada kasus flu burung, maka diusahakan cepat responsnya dan tetap jalin kerja sama dengan lintas sektor misalnya kementerian pertanian," terang Henny.
Untuk menjalankan fungsinya yang berbeda dengan RS lain sebagai RS pusat rujukan penyakin infeksi, RSPI Sulianti Saroso berusaha memperbaiki pelayanan yang diberikan dengan memanfaatkan hasil riset dan benchmark terhadap beberapa RS yang khusus menangani penyakit infeksi di negara lain. Faktor biaya pun memegang peran penting untuk pelatihan SDM.
"Kita juga tingkatkan pelayanan, fasilitas, dan pengelolaan, management makannya gimana, seandainya meninggal pengurusan jenazahnya bagaimana, jika pasien positif sakit ini bagaimana pengelolaannya. Sebelum hasil pemeriksaan pasien keluar dia diobati sesuai clinical pathway yang ada saat itu. Pokoknya prinsip infection control environment harus dibangun," kata dr Fatmawati.
Baca juga: Ini Hubungan antara Pelukan, Stres dan Risiko Infeksi Penyakit
(rdn/vit)











































