Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan bahwa salmonela yang menjangkit di 16 negara memiliki keterkaitan dengan tokek. Dimulai pada 1 Januari, 20 orang dengan rentang usia 1 hingga 57 tahun dilaporkan terinfeksi dengan jenis salmonella yang sama. Dari jumlah tersebut, sebelas di antaranya dilaporkan memelihara tokek.
"Salmonela memiliki kemampuan menular yang luar biasa, tidak hanya pada mamalia dan unggas tetapi juga pada reptil," ucap dr William Schaffner, ahli penyakit menular dari Vanderbilt University Medical Center. Selain itu, bakteri bisa menginfeksi reptil pada waktu yang lama.
Baca juga: Waspada Risiko Infeksi Salmonella Parah pada Anak yang Pelihara Reptil
Schaffner mengatakan bahwa reptil yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala yang terlihat. "Pemilik peliharaan tidak mampu menyadari gejala yang tampak pada reptilnya dan harus waspada dengan mencuci tangan setelah memegang tokek," imbuhnya seperti dikutip dari ABC News pada Selasa (19/5/2015).
"Peliharaan tersebut bisa berbahaya bagi pemilik," ujar Schaffner. Ia juga mencatat bahwa bakteri dapat dieksresikan oleh peliharaan dan pemilik dapat terinfeksi jika memegang dan menyentuh wajah atau mulut peliharaannya.
Tidak seperti infeksi salmonella dari makanan, orang-orang biasanya terkena sedikit bakteri dari interaksi dengan peliharaan. Adapun gejala salmonella termasuk demam, panas dingin, dan diare yang gejasanya sulit dibedakan dari penyakit lain.
"Jika Anda memiliki tokek dan mulai menunjukkan gejala tersebut, Anda harus ke dokter untuk melakukan tes bakteri salmonella," kata Schaffner.
CDC juga melaporkan jika bakteri salmonella menyebabkan 19.000 orang dirawat di rumah sakit dan 380 orang meninggal setiap tahunnya.
Baca juga: Hati-hati! Bakteri Salmonela Juga 'Tersembunyi' di Kacang-kacangan
(AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)











































