Selasa, 19 Mei 2015 17:37 WIB

Ilmuwan Kembangkan Tes Sidik Jari untuk Mendeteksi Pengguna Narkoba

- detikHealth
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Peneliti telah mengembangkan metode baru untuk menguji penggunaan kokain dengan tes sidik jari. Metode ini lebih cepat dan lebih akurat dibandingkan dengan metode tradisional.

Penelitian yang dipimpin oleh Universitas Surrey, Inggris, ini memanfaatkan teknik analisis kimia yang disebut spektrometri massa, pada sidik jari peserta yang mengikuti layanan terapi narkoba. Setelah data dikumpulkan, mereka membandingkannya dengan sampel air liur untuk menguji keakuratannya.

"Tes sidik jari lebih cepat dibandingkan dengan tes urine atau darah bahkan tes air liur. Anda hanya meletakkan sidik jari selama beberapa detik dan hanya membutuhkan dua menit untuk menganalisis sampel sidik jari tersebut," ucap dr Melanie Bailey, penulis utama dan dosen forensik di Universitas Surrey seperti dikutip dari Fox News pada Selasa (19/5/2015).

Cara kerja pengujian adalah menemukan jejak benzoylecgonine dan methylecgonine pada sidik jari, yang merupakan zat kimia yang dikeluarkan tubuh ketika menggunakan kokain. Secara tradisional, zat kimia tersebut dideteksi melalui tes urine yang tidak higienis, kurang akurat dan membutuhkan waktu yang lebih lama.

Baca juga: Hii! Otak Bisa Lemot Kalau Nekat Nge-Fly dengan Pil Kuning

Bagian dari pengembangan tes termasuk menyemprotkan bagian sidik jari dengan larutan khusus bernama Desorption Electrospray Ionization (DESI) untuk mendeteksi benzoylecgonine dan methylecgonine. Ini adalah pertama kalinya DESI digunakan untuk membuktikan penggunaan narkoba.

Peneliti berharap tes narkoba dengan sidik jari berpotensi untuk menjadi norma dalam menguji narkoba karena kecepatan dan keakuratannya. Berbeda dengan metode pengujian tradisional seperti tes darah dan urine yang membutuhkan staf terlatih, penyimpanan biological hazard dan pedoman pembuangan, dan membutuhkan analisis di luar lokasi.

Bailey mengatakan bahwa teknologi ini bisa menjadi permulaan tes narkoba secara portabel bagi lembaga penegak hukum untuk digunakan di masa depan. "Hal itu tergantung pada tingkat pendanaan. Jika kami memiliki dana yang cukup, maka pengembangan akan lebih cepat," imbuhnya.

Peneliti dari Netherlands Forensic Institute di Belanda, National Physical Laboratory, King's College London, dan Sheffield Hallam University di Inggris juga terlibat dalam pengembangan tes sidik jari tersebut.

Baca juga: Beragam Cara Detoks Narkoba, Salah Satunya Metode 'Kalkun Pilek'



(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)