Fobia Tersedak, Bocah 7 Tahun Ini Cuma Mau Makan Sup Setiap Hari

Fobia Tersedak, Bocah 7 Tahun Ini Cuma Mau Makan Sup Setiap Hari

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Jumat, 22 Mei 2015 12:32 WIB
Fobia Tersedak, Bocah 7 Tahun Ini Cuma Mau Makan Sup Setiap Hari
Ocean Russell (Foto: SWNS)
Bristol - Jika anak-anak biasanya hobi jajan dan mencoba berbagai macam makanan baru, maka yang dialami oleh Ocean Russell (7) justru sebaliknya. Memiliki fobia tersedak, ia tak mau makan makanan lain selain sup krim saja.

Ya, Russell mulai menolak untuk makan makanan padat sejak saat dia berusia empat tahun. Waktu itu amandelnya sempat membengkak sehingga ia kesulitan untuk makan dan tidur.

Tak disangka, sejak saat itu kecemasannya semakin parah sehingga hingga kini usianya sudah bertambah Russell tetap trauma dan menolak untuk makan makanan padat. Ia hanya mau mengonsumsi makanan yang lembut seperti sereal ringan, sup, dan kentang tumbuk. Ia pun harus di bawah pengawasan ibunya.

Baca juga: Agar Lebih Aman, Saat Cium Cucu Sebaiknya Kakek dan Nenek Sudah Divaksin

Yang membuat sang ibu, Oxana (36), khawatir adalah kenyataan bahwa akibat kebiasaan ini pertumbuhan buah hatinya tersebut agak terganggu. Selama kira-kira dua tahun terakhir, berat badan Russell diketahui tak mengalami kenaikan sama sekali. Ia juga menolak makanan apapun yang diberikan di sekolah.

"Dia takut tersedak. Saya harus membuat sayuran menjadi sup lembut agar ia tetap mendapatkan nutrisi yang cukup. Tapi saya khawatir tentang masa depannya. Dia bahkan tak mau makan pisang. Sebelum dia trauma, dia mau makan apa saja dan berat badannya cepat naik," tutur Oxana, seperti dikutip dari SWNS, Jumat (22/5/2015).

Guru-guru Russell juga khawatir karena selain tak mau mengonsumsi makanan atau jajanan yang ada di sekolahnya, Russell juga sering tampak lemas sehingga tidak dapat mengambil bagian dalam kegiatan sepulang sekolah. Sebab, saat lapar ia harus makan di rumah.

Memutuskan untuk membawa Russell ke dokter, Russell sempat dirujuk ke dokter spesialis. Namun karena kasusnya dianggap tak darurat, pengobatan untuk Rusell sering ditunda hingga beberapa bulan ke depan.

Baca juga: Generasi 90-an Disebut Punya Risiko Kena Diabetes Tiga Kali Lebih Besar

(Ajeng Anastasia Kinanti/Nurvita Indarini)

Berita Terkait