Riset: Usai Salaman, Banyak Orang Langsung Endus Bau Tangan

Riset: Usai Salaman, Banyak Orang Langsung Endus Bau Tangan

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 26 Mei 2015 12:31 WIB
Riset: Usai Salaman, Banyak Orang Langsung Endus Bau Tangan
Jakarta - Apa yang Anda lakukan usai salaman atau jabat tangan? Kalau jawabannya adalah mendekatkan tangan ke hidung untuk diendus, maka Anda tidak sendiri. Sebuah eksperimen ilmiah membuktikan, banyak orang melakukan hal yang sama.

Disadari atau tidak, perilaku tersebut merupakan salah satu bentuk chemosensory signaling. Secara alami, manusia mengembangkan kemampuan untuk mengenali orang lain berdasarkan sinyal bebauan yang dikeluarkan oleh berbagai senyawa kimia di tubuhnya.

Seorang ilmuwan dari Weizmann Institute of Science di Israel, Noam Sobel membuktikannya dengan merekam 153 relawan di sebuah pertemuan. Sebagian dari mereka juga dipasangi sensor untuk mendeteksi endusan, sebelum dan sesudah berjabat tangan.

Baca juga: Kuat atau Lemahnya Jabat Tangan Tunjukkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Hasil pengamatan menunjukkan, laki-laki maupun perempuan mendekatkan telapak tangannya 22 persen lebih sering saat hendak bersalaman. Aliran udara juga meningkat 2 kali lipat, yang oleh para ilmuwan diartikan sebagai perilaku mengendus bau.

Usai berjabat tangan, perliaku mengendus muncul lagi. Jika yang diajak berjabat tangan berjenis kelamin sama, mereka mengendus 2 kali lebih sering dibandingkan sebelum berjabat tangan. Sedangkan jika yang diajak berjabat tangan berbeda jenis kelamin, yang diendus justru tangan yang tidak dipakai untuk jabat tangan.

"Orang secara konstan mendekatkan tangannya ke wajah, mengendusnya, dan mengalami perubahan perilaku setelah berjabat tangan. Ini menunjukkan bahwa jabat tangan juga merupakan perilaku chemosignalling," kata Sobel, dikutip dari Newscientist, Selasa (26/5/2015).

Baca juga: Studi: Beda Cara Salaman, Beda Pula Risiko Transfer Kuman

(AN Uyung Pramudiarja/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait