Jumat, 05 Jun 2015 10:33 WIB

Dokter Malas Cuci Tangan, Pasien Rentan Terserang Infeksi

M Reza Sulaiman - detikHealth
Illustrasi: Thinkstock Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Kebiasaan cuci tangan dengan sabun ternyata memiliki efek besar bagi pasien di rumah sakit. Jika tak dilakukan oleh dokter atau perawat, pasien bisa terserang penyakit infeksi.

dr Adib Yahya, MARS, mantan ketua Persatuan Rumah Sakit Indonesia, menyebut bahwa masih ada dokter yang kerap lupa mencuci tangan di rumah sakit. Akibatnya, pasien terserang infeksi nosokomial yang bisa menyebabkan kematian.

"Pada awal tahun 2.000, di Amerika Serikat kematian akibat infeksi yang terjadi di rumah sakit jumlahnya kurang lebih 98.000 orang per tahun," tutur dr Adib, dalam temu media Lifebuoy di Ritz-Carlton Hotel, Kawasan Niaga Terpadu Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2015).

98.000 Kematian per tahun tentunya bukan angka yang kecil. Dalam presentasinya, dr Adib menyebut kematian akibat infeksi di rumah sakit lebih tinggi daripada angka kematian akibat penyakit menular, penyakit tidak menular dan kecelakaan.

Baca juga: Jarang Cuci Tangan, Infeksi Toksoplasma Bikin Ibu Hamil Berisiko Keguguran

"Kematian akibat kesalahan kita (dokter) lebih besar daripada kematian akibat penyakit menular. AIDS hanya 16 ribu, kanker 34 ribu, kecelakaan 20 ribuan. Maka itu, orang sana menyebut mengendarai Harley Davidson di TOL lebih aman daripada di rumah sakit," kata Adib sembari tertawa.

Menurut dr Adib, hal ini terjadi akibat banyak dokter yang menyepelekan kebiasaan cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasien. Dokter dikatakannya, hanya mencuci tangan ketika sebelum makan siang sebagai wujud proteksi terhadap diri mereka sendiri.

Hal berbeda ditunjukkan oleh perawat. Prof Akmal Taher, Dirjen Bina Upaya Kesehatan dari Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa perawat lebih patuh karena memang sehari-hari lebih sering bertemu dan berinteraksi dengan pasien. Karena itu seharusnya, dokter mencontoh perawat untuk lebih sering mencuci tangan.

"Perawat itu lebih patuh daripada dokter memang. Kalau dokter kan mungkin pikirnya ketemu pasien cuma sebentar-sebentar aja, jadinya malas cuci tangan," tutur pria yang juga mantan direktur RSCM ini.

Baca juga: 50% Pasien Ingin Memastikan Dokternya Sudah Cuci Tangan Sebelum Memeriksa



(rsm/up)
News Feed