Ini Kata Penjaga Peternakan Unta di Arab Soal MERS

Ini Kata Penjaga Peternakan Unta di Arab Soal MERS

Nurvita Indarini - detikHealth
Rabu, 10 Jun 2015 14:35 WIB
Said Ali di peternakan unta tempatnya bekerja
Hudaibiyah - Saat ini MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dilaporkan tengah mewabah di Korea Selatan. Unta dikabarkan sebagai penyebab penularan utama virus yang masih bersaudara dengan virus SARS ini. Soal ini, penjaga peternakan unta di Arab terlihat gusar.

"Bohong isu MERS (berasal dari unta). Bohong," ujar seorang penjaga peternakan unta di daerah Hudaibiyah, Arab Saudi, kepada wartawan, dengan nada sedikit gusar, pada akhir pekan lalu dan ditulis pada Rabu (10/6/2015).

Pria bernama Said Ali asal Sudan itu menyebut pernah mendengar kabar bahwa di Sudan pernah ada penelitian keterkaitan virus MERS dan unta, ternyata tidak ada kaitannya. Bahkan selama bertahun-tahun bekerja di peternakan unta, Said merasa dirinya baik-baik saja.

"Ini unta-untanya tidak divaksin," imbuhnya.

Baca juga: Dokter Temukan Bukti Pertama MERS Ditularkan Unta ke Manusia

Said sendiri tidak mengenakan masker saat berada di peternakan unta. Dia tidak terganggu dengan bau kotoran unta yang terkadang tercium saat angin gurun berhembus. Bahkan dia tidak khawatir dengan virus MERS karena meyakini virus tersebut tidak berasal dari unta.

MERS mewabah di Arab Saudi pada bulan April dan Mei tahun lalu. Beberapa gejala umum penyakit tersebut antara lain batuk, demam dan kesulitan bernapas. MERS juga diketahui dapat menyebabkan gangguan ginjal dan pneumonia jika tak ditangani secara tepat.

Pemerintah setempat meminta para warga dan pengunjung Arab Saudi untuk tetap membatasi kontak dengan unta dan melakukan pencegahan penularan di fasilitas kesehatan. "Kementerian Kesehatan meminta perhatian khusus soal pencegahan penyakit ini. Hindari kontak dengan unta yang terinfeksi dan meminta fasilitas kesehatan untuk membantu melawan infeksi ini di tempatnya masing-masing," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga: Infografis: Perjalanan MERS-CoV di Korsel, Wabah Terbesar di Luar Arab Saudi

Imbauan penggunaan masker dan sarung tangan untuk mencegah kemungkinan penyebaran virus juga disampaikan. Selain itu perilaku hidup bersih dan sehat juga terus diingatkan agar warga tidak mudah terserang virus MERS.

Nah, saat ini, Korea Selatan tengah berjuang menghadapi wabah MERS. Bahkan kejadian di Korea Selatan ini ditengarai sebagai wabah terbesar di luar Arab Saudi. Bermula dari satu pasien terinfeksi, kini lebih dari 1.800 pasien dikarantina. Keterlambatan diagnosis dituding sebagai salah satu penyebab meluasnya wabah MERS di Korea Selatan.

(vit/mrs)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads