Peneliti Sebut Kreativitas dan Gangguan Jiwa Berasal dari Gen yang Sama

Peneliti Sebut Kreativitas dan Gangguan Jiwa Berasal dari Gen yang Sama

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 11 Jun 2015 07:34 WIB
Peneliti Sebut Kreativitas dan Gangguan Jiwa Berasal dari Gen yang Sama
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Teori yang mengatakan orang kreatif dengan orang dengan gangguan jiwa memiliki karakteristik yang sama memang telah lama beredar. Nah, sekelompok peneliti dari Islandia membuktikan bahwa teori tersebut ternyata ada benarnya.

Dr Kari Stefansson, Direktur Kepala deCODE Genetics, sebuah perusahaan farmasi yang mengkhususkan terhadap penelitian obat melalui studi genetik, menyebut bahwa otak seniman dengan pengidap gangguan jiwa seperti schizophrenia sangat mirip. Bahkan ada kemungkinan kedua hal tersebut berasal dari bagian gen yang sama.

Baca juga: Wah, Mendengarkan Musik Klasik Mozart Bisa Tingkatkan Fungsi Memori!

Untuk membuktikannya, Dr Stefansson melakukan penelitian terhadap 86.000 penduduk Islandia. Dari penelitian pertama ini, ditemukan bahwa schizophrenia dan gangguan bipolar menjadi risiko penyakit gangguan jiwa paling besar yang dimiliki penduduk negara tersebut.

Setelah itu, hasil penelitian ini dibandingkan dengan hasil penelitian kedua yang dilakukan kepada para pekerja seni seperti pelukis, pemain teater, penari, penulis dan musisi. Ternyata, terdapat kemiripan sebesar 17 persen antara kedua kelompok tersebut.

"Kami menggunakan alat yang modern untuk melihat susunan genetik secara sistematis, yang juga membuat kami mengetahui secara fundamental bagaimana otak kedua kelompok tersebut bekerja," tutur Dr Stefansson, dikutip dari ABC Australia, Kamis (11/6/2015).

Tak puas hanya meneliti orang Islandia, Dr Stefansson pun mengadakan penelitian serupa di Belanda dan Swedia. Partisipan penelitian lanjutan ini kurang lebih 35.000 orang, dan berasal dari kalangan umum dan pekerja seni saja.

Nyatanya, penelitian di dua negara tersebut menunjukkan hal serupa. Bahkan angka kemiripannya lebih tinggi, sekitar 23 persen. Dengan adanya dua penelitian ini, Dr Stefansson pun percaya bahwa ada kemiripan antara otak orang kreatif dengan mereka yang mengidap gangguan jiwa.

Baca juga: Studi: Tertawa dan Respons Terhadap Hal Lucu Dipengaruhi oleh Gen

"Hasil penelitian tidak mengejutkan bagi saya, hanya membuktikan bahwa teori-teori yang dulu sering beredar ternyata benar," ungkapnya.

"Untuk menjadi kreatif, Anda harus bisa berpikir di luar pemikiran orang biasa. Dan penelitian yang pertama menemukan bahwa hal senada juga terjadi pada pasien schizophrenia," pungkasnya.

(mrs/vit)

Berita Terkait