Sebuah tim internasional menemukan hal tersebut ketika mengumpulkan bukti-bukti infeksi yang tengah atau pernah terjadi pada sekitar 800 unta berpunuk satu.
Mereka menemukan sekitar 90 persen unta mulai terinfeksi pada umur 2 tahun dan pelepasan virus ke luar lebih sering terjadi pada unta yang masih anak-anak.
Baca juga: Idola Korea Ramai-ramai Pakai Masker Karena MERS
Dr Muller yang terlibat dalam studi mengatakan bahkan sekitar 30 persen anak unta ditemukan memiliki jumlah besar virus yang aktif. Oleh karena itu hewan muda inilah yang perlu diwaspadai oleh manusia.
Namun demikian studi yang telah dipublikasi di jurnal Emerging Infectious Diseases belum menemukan spesifiknya bagaimana virus dari unta bisa menginfeksi manusia. Sejauh ini kesimpulan yang didapat adalah virus menyebar dengan kontak dekat dengan unta yang terinfeksi.
"Saya pikir Anda harus benar-benar dekat dengan unta supaya bisa terinfeksi seperti mencium unta, minum susu unta mentah, memegang hidung dan mata mereka. Itu semua cara-cara infeksi terjadi," kata Muller seperti dikutip dari BBC pada Jumat (12/6/2015).
Di Timur Tengah unta adalah hewan ternak dan anak unta biasanya adalah hewan yang sangat pemalu terhadap manusia. Ketika dipisahkan dari induknya sang pengasuh hewan yang akan merawat mereka sehingga virus disebut-sebut memiliki kesempatan untuk menginfeksi manusia.
"Yang jelas virus tak menyebar lewat udara, dan Anda perlu dosis cukup besar untuk bisa terinfeksi," tutup Muller.
Baca juga: MERS Mewabah, Broadcast Hoax Juga Banyak Beredar di Seoul
(fds/vta)











































