Setidaknya inilah yang coba diungkap peneliti dari Cornell University, New York. Menurut peneliti, makan pada saat berada dalam penerbangan mempengaruhi kepekaan rasa seseorang.
Akan tetapi saat melakukan percobaan, peneliti tidak mengajak partisipan naik pesawat betulan. Mereka hanya diminta memakai sebuah headphone yang telah diatur sedemikian rupa agar dapat mengeluarkan suara kebisingan pesawat, dengan frekuensi sekitar 80-85 desibel.
Baca juga: Begini Cara Terbaik Mengatasi Jet Lag
Dalam simulasi tersebut, partisipan kemudian diminta memakan makanan dengan beberapa jenis rasa. Hasilnya, saat mencicipi makanan manis, suara dari headphone mereka tadi diakui telah mengaburkan persepsi rasa manis yang mereka miliki selama ini. Sedangkan ketika diminta memakan makanan yang gurih, partisipan merasa makanan tersebut lebih gurih dari biasanya.
Mengapa begitu? "Ternyata suara gemuruh seperti yang ditemukan ketika naik pesawat terbang dapat mengakibatkan saraf bernama 'chorda tympani' mengalami 'turbulensi'," terang peneliti Robin Dando, PhD seperti dikutip dari Men's Health, Senin (15/6/2015).
'Chorda tympani' merupakan serabut saraf yang bertugas membawa sinyal rasa dari ujung lidah ke batang otak. Kebetulan letak saraf ini sangat berdekatan dengan gendang telinga, sehingga getaran dari suara yang begitu kuat tadi membuat telinga berdenging, dan inilah yang mengganggu proses pengiriman sinyal rasa ke otak, begitu juga dengan proses penerimaannya.
Contoh lain adalah saat menonton pertandingan olahraga. Jangan heran bila Anda cenderung menonton pertandingan olahraga dengan membawa popcorn atau makanan sejenis, sebab indera pengecap Anda tak dapat mengirimkan sinyal dan mengabari otak bahwa Anda sudah kenyang karena makanan tersebut.
Untuk itu Dando menyarankan sebaiknya sebelum boarding, lebih baik penumpang mengisi perut dengan makanan yang asin atau gurih. Begitupun ketika berada dalam pesawat dan menerima makanan yang diberikan oleh staf penerbangan.
"Karena rasa makanan gurih atau asin akan makin kuat seiring dengan bertambah tingginya suara pesawat yang masuk ke telinga, pilihlah makanan yang seperti ini, misal roti keju atau sandwich, hitung-hitung juga dapat digunakan untuk meredakan lapar tanpa perlu takut kekenyangan," kata Dando.
Lantas apakah ini berlangsung secara permanen? Dando memastikan saat take off atau turun dari pesawat, persepsi rasa orang yang bersangkutan akan kembali seperti sedia kala.
Baca juga: Gangguan Kesehatan yang Muncul Saat Naik Pesawat Terbang
(lll/vta)











































