Studi: Setengah Dari 12 Kanker Dipicu Kebiasaan Merokok

Studi: Setengah Dari 12 Kanker Dipicu Kebiasaan Merokok

Andara Nila Kresna, - detikHealth
Kamis, 18 Jun 2015 19:00 WIB
Studi: Setengah Dari 12 Kanker Dipicu Kebiasaan Merokok
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Washington DC - Kanker adalah penyakit pembunuh nomor satu di dunia dan merokok disebut-sebut menjadi pemicu munculnya kanker pada seseorang. Kanker disebabkan oleh zat yang dikenal sebagai karsinogen yaitu bahan yang terdapat pada rokok selama periode waktu tertentu.

Sebuah penelitian di AS memperkirakan bahwa kira-kira setengah dari 12 kematian akibat kanker, berhubungan dengan penggunaan rokok. Sementara proporsi kematian terbesar yang berhubungan dengan merokok adalah kanker paru-paru, TBC, tumor rongga mulut dan esofagus. Bahkan infeksi kandung kemih pun sekarang juga dikaitkan dengan penggunaan rokok.

"Kami memperkirakan pada tahun 2011 ada 345.962 kematian akibat kanker pada orang dewasa rata-rata berusia 35 tahun. Dan 167.805 di antaranya dikaitkan dengan perilaku merokok. Untuk memperkirakan proporsi kematian akibat kanker yang disebabkan oleh merokok, saya dan rekan menggunakan rumus standar untuk menghitung kasus kanker yang tidak akan terjadi jika tidak ada rokok di dunia," ucap penulis utama studi Rebecca Siegel dari American Cancer Society di Atlanta, dikutip dari Daily Mail, Kamis (18/6/2015)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menganalisis data survei nasional dan mewawancarai beberapa orang tentang riwayat kesehatan mereka dan kebiasaan mengisap rokok. Banyak yang harus diperhitungkan yaitu usia, ras, tingkat pendidikan dan penggunaan alkohol. Lalu berdasarkan kebiasaan dalam populasi dan kasus kanker yang disebabkan oleh merokok, para peneliti memperkirakan bahwa 125.799 orang bisa saja terkena kanker paru, TBC dan kanker trakea yang bisa menyebabkan kematian. Beberapa di antaranya juga bisa terkena risiko kanker ginjal, kanker perut, kanker serviks dan kanker saluran hati.

Baca juga : Minum Soda Susu Bisa 'Bersihkan' Paru-paru Perokok, Mitos atau Fakta?

Siegel mengatakan bahwa sementara prevalensi merokok terus menurun perlahan-lahan, penggunaan produk tembakau alternatif kian meningkat. Penggunaan lain, termasuk juga cerutu dan hookah yang ternyata risikonya dua kali lipat dan setara dengan konsumsi 15,2 miliar di tahun 2000 dan 33,8 miliar batang rokok pada tahun 2011. Dr Michael Ong salah satu penulis penelitian ini mengatakan bahwa bukti tidak menunjukkan orang-orang yang menggunakan produk tembakau alternatif lebih mungkin untuk berhenti merokok atau menghindari rokok

"Tapi sebagian besar kematian akibat kanker paru-paru seringkali disebabkan oleh merokok, dan kanker paru-paru adalah pembunuh terbesar terkait kanker," ucap Dr Ong. Menurut penelitian lain yang diterbitkan di JAMA Internal Medicine, dokter hanya meminta pasien untuk berhenti merokok dan menasihati mereka seputar risiko kanker paru-paru agar memotivasinya untuk berhenti merokok.

Peserta penelitian menerima bantuan konseling dan resep obat untuk berhenti merokok. Para peneliti berharap 40 persen perokok bisa mengurangi bahkan berhenti merokok demi kesehatan mereka. Namum tentunya hal ini bukan hal mudah, Elyse Park seorang peneliti di Massachusetts General Hospital Boston mengatakan perokok tentunya menghadapi banyak hambatan fisik, lingkungan dan sosial untuk menghentikan kebiasaannya.

"Meningkatkan kepercayaan diri mereka bukanlah hal yang mudah. Dukungan konseling dan obat-obatan diharapkan bisa membantu mereka meningkatkan peluang mereka untuk sukses berhenti merokok," pungkasnya.

Baca juga : Risiko Kematian Perokok Cerutu Sama Seperti Perokok Tembakau (rdn/up)

Berita Terkait