Studi: Mantan Perokok Berisiko Lebih Besar Kena Kanker Prostat

Studi: Mantan Perokok Berisiko Lebih Besar Kena Kanker Prostat

Andara Nila Kresna - detikHealth
Rabu, 24 Jun 2015 07:30 WIB
Studi: Mantan Perokok Berisiko Lebih Besar Kena Kanker Prostat
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Wina - Berbagai macam racun dalam rokok sangat erat kaitannya dengan risiko kanker, khususnya kanker prostat pada laki-laki. Nah sebaiknya jangan pernah sentuh rokok seumur hidup Anda karena mantan perokok sekalipun memiliki risiko lebih besar terkena kanker prostat yang sangat berbahaya.

Mantan perokok memiliki risiko 63 persen lebih besar terkena kanker prostat. Namun, mereka memiliki peluang 10 tahun hampir sama dengan orang-orang yang tak pernah merokok. Kabar baiknya mereka masih punya peluang yang sama untuk menyembuhkan kanker prostat.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal European Urology ini mengungkap adanya hubungan antara merokok dan kanker prostat. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa perokok memiliki kemungkinan meninggal dunia akibat penyakit ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil studi ini berdasarkan data di tahun 2000 dan 2011 bahwa dari 7.191 pasien di Amerika dan Austria yang harus diangkat kelenjar prostatnya demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Selama sekitar 28 bulan terakhir, kemungkinan terkena kanker prostat pun meningkat 80 persen sejalan dengan kenaikannya konsumsi rokok di kalangan masyarakat.

Baca juga: 15 Tahun Berhenti Rokok, Risiko Serangan Jantung Bisa Turun Lho

Profesor Shahrokh Syariah, ilmuwan di University Clinic of Urology di MedUni Wina mengatakan bahwa temuan studi mereka menggarisbawahi pentingnya menginformasikan kepada non-perokok dan pasien kanker prostat seputar efek negatif dari rokok.

"Tak pernah ada kata terlambat untuk berhenti merokok. Khususnya untuk para perokok, hati-hati karena bahaya kanker prostat selalu mengintai," ucap Prof Syariah, dikutip dari Mirror, Rabu (24/6/2015)

Peserta penelitian yang diketahui kanker prostatnya telah menyebar akan dikeluarkan dari penelitian. Tak satu pun dari peserta menerima radioterapi, operasi, terapi hormonal atau kemoterapi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kaitan perkembangan penyakit akibat merokok dengan penyakit lainnya.

"Banyak sekali misteri seputar kanker prostat dan merokok yang belum terpecahkan. Penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan untuk mendapatkan jawaban yang memuaskan. Setiap tahunnya sekitar 41.000 orang di Inggris terdiagnosis kanker prostat dan sekitar 11.000 jiwa melayang akibat penyakit tersebut," pungkas Prof Syariah.

Baca juga: Meski Sudah Setop, Efek Rokok pada Wanita Tetap Pengaruhi Janinnya Kelak (rdn/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads