Hii! Iklan Seram Ini Dibuat untuk Batasi Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan

Hii! Iklan Seram Ini Dibuat untuk Batasi Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Rabu, 24 Jun 2015 14:30 WIB
Hii! Iklan Seram Ini Dibuat untuk Batasi Konsumsi Minuman Berpemanis Buatan
Iklan bahaya minum soda (Foto: NY Daily News)
New York -

Prihatin dengan tingginya konsumsi minuman berpemanis buatan pada remaja di New York, pemerintah setempat memutuskan untuk turun tangan. Mereka membuat iklan tentang bahaya terlalu banyak konsumsi minuman berpemanis buatan dengan gambar organ-organ tubuh secara close-up.
 
Dari data yang berhasil dikumpulkan New York City Health Department, 40 persen siswa sekolah menengah di kota ini mengonsumsi sedikitnya satu minuman berpemanis buatan dalam sehari. Namun angka ini juga bertambah hingga mencapai 50 persen di kawasan berpenduduk miskin seperti South Bronx, Harlem, dan Brooklyn utara maupun tengah.

Hampir separuh orang tua di kawasan ini juga mengakui anak-anak mereka yang berusia 6-12 tahun rata-rata bisa menghabiskan satu minuman berpemanis buatan dalam sehari, atau kadang lebih.

Kondisi ini mendorong pemerintah New York untuk membuat sebuah iklan tentang bahaya mengonsumsi minuman berpemanis buatan secara berlebihan. Namun mereka tidak menggunakan gambar minuman berpemanis buatan, melainkan gambar organ dalam manusia secara close-up.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, warna organ dalam tubuh manusia yang sehat cenderung berwarna kemerahan. Akan tetapi dalam iklan ini diperlihatkan organ tubuh seseorang yang masih hidup dan berdenyut-denyut namun telah tertutup semacam lemak berwarna putih. Lemak inilah yang disebut dengan lemak visceral.

Baca juga: Buncit karena Lemak Visceral Tingkatkan Risiko Diabetes

Sang narator kemudian menyampaikan bahwa lemak ini akan muncul bilamana seseorang mengonsumsi terlalu banyak gula, dan kondisi serupa akan dialami oleh anak-anak atau remaja yang memiliki berat badan normal tapi gemar mengonsumsi soda berlebihan.

"Lemak ini akan menumpuk dan menutupi organ-organ dalam Anda, dan mendekatkan Anda pada risiko diabetes, penyakit jantung, fatty liver atau pembengkakan hati, bahkan kanker. Minuman berpemanis buatan membuat semua orang jatuh sakit," kata sang narator.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association beberapa waktu lalu, lemak visceral identik sebagai penyebab obesitas dan diabetes, yang ditandai dengan perut membuncit atau kerap disebut dengan obesitas sentral.
 
"Minuman bersoda mengandung kalori kosong yang dapat mengakibatkan kerusakan pada tubuh seorang anak, bahkan jika anak Anda mempunyai berat badan yang ideal," tegas komisioner New York City Health Department, Mary Bassett seperti dikutip dari NY Daily News, Rabu (24/6/2015).

Agar tidak kecanduan pemanis buatan dalam minuman, anak-anak didorong untuk mengonsumsi air putih atau jus buah segar. Untuk itu dalam iklan yang sama, diperlihatkan seorang ayah mengambil dua botol minuman berpemanis buatan dari lemari pendingin di sebuah toko namun kemudian si ayah mengurungkan niatnya setelah melihat iklan ini. Ia kemudian mengembalikan kedua botol minuman itu ke dalam lemari pendingin, lantas mengambil dua botol air mineral.

Baca juga: Bikin Perokok Kapok, Tiongkok Bikin Iklan Paru-paru Rusak

Iklan ini rencananya akan ditayangkan secara serentak lewat televisi, radio serta media sosial hingga akhir bulan ini. Wali Kota New York saat ini, Mayor de Blasio memang tengah gencar-gencarnya melakukan kampanye untuk memerangi obesitas. Selain membuat iklan ini, sebelumnya ia juga mengeluarkan kebijakan untuk membatasi ukuran minuman bersoda yang disajikan di restoran-restoran New York.

(lll/vit)

Berita Terkait