Kamis, 25 Jun 2015 12:31 WIB

Usap Bayi yang Lahir Caesar dengan Cairan Vagina Ibu Jadi Tren di Australia

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Sydney - Banyak ibu akan melakukan apa saja untuk menjamin anaknya sehat. Terkait hal itu, di Australia kini banyak ibu yang mengusapkan cairan vagina miliknya kepada si bayi.

Tren kontroversial yang disebut 'seeding' ini dilakukan oleh para ibu yang melahirkan secara caesar. Dengan mengusap bayi yang baru lahir menggunakan cairan vagina diharapkan kekebalan tubuh bayi bisa bertambah.

Bayi lahir normal akan terekspos sekitar 300 jenis bakteri berbeda ketika melewati vagina dan ini akan membantunya bertahan dari beberapa jenis penyakit.

"Tentu ketika bayi lahir caesar, dia tidak akan terekspos bakteri-bakteri ini sehingga imunitasnya tidak sekuat bayi lahir normal. Kami percaya ini adalah salah satu alasan kenapa bayi caesar lebih berisiko terkena penyakit autoimun," kata dr Hannah Dahlen, profesor kebidanan dari University of Western Sydney, kepada Body and Soul dan dikutip dari berbagai sumber Kamis (25/6/2015).

Baca juga: Tak Dapat Bakteri dari Vagina, Bayi Lahir Caesar Lebih Rentan Asma

Para ibu yang melahirkan caesar ingin anak mereka punya kesempatan yang sama sehingga mereka akan mengusapkan cairan vaginanya secara manual ke wajah dan tubuh bayi.

Tren memiliki dasar studi oleh ilmuwan di New York University yang mengatakan bahwa mikroba pada bayi cesar dapat dipulihkan jika ia terpapar cairan vagina. Salah satu peneliti, dr Maria Gloria Dominguez-Bello mengatakan meski tak sempurna tapi bayi caesar juga bisa mendapatkan manfaatnya.

"Kami tapi belum bisa menyimpulkan bahwa ini bisa meningkatkan kesehatan bayi dalam hal risiko penyakit. Untuk membuktikannya kami perlu menguji tes pada 1.200 bayi dan itu sekarang sedang kami kerjakan," pungkas Dominguez-Bello.

Baca juga: Studi: Melahirkan Caesar Tingkatkan Risiko Bayi Terserang Penyakit Kronis (fds/vit)