Langka, Satu Ginjal di Rumania 'Didaur Ulang' untuk Dua Pasien Sekaligus

Langka, Satu Ginjal di Rumania 'Didaur Ulang' untuk Dua Pasien Sekaligus

Rahma Lilahi Sativa - detikHealth
Senin, 29 Jun 2015 08:35 WIB
Langka, Satu Ginjal di Rumania Didaur Ulang untuk Dua Pasien Sekaligus
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Cluj, Rumania - Ginjal ini sebenarnya diberikan oleh seorang ayah kepada putranya yang mengalami kegagalan ginjal di usia muda. Sayangnya, setelah transplantasi, si anak justru terserang stroke dan meninggal dunia.

Baru-baru ini seorang ayah dari Oradea, di barat Rumania, menyumbangkan salah satu ginjalnya untuk anak laki-lakinya. Sang anak yang berusia 36 tahun jatuh sakit karena kedua ginjalnya berhenti bekerja. Proses transplantasi berjalan lancar, dan si pasien kembali sehat.

Namun tiga bulan kemudian, si pasien tiba-tiba mengalami stroke hebat dan meninggal dunia. Mengetahui hal itu, tim dokter dari Urology and Kidney Transplant Institute, Cluj terdorong untuk melakukan sesuatu dengan ginjal yang masih baru tadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka bermaksud mencangkokkannya ke tubuh orang lain yang membutuhkan. Kendati begitu, mereka mencoba menghubungi sang ayah terlebih dahulu untuk meminta izin. Kebetulan pria yang dirahasiakan identitasnya itu masih memiliki satu ginjal lagi yang berfungsi dengan baik, dan ia tidak bermaksud meminta ginjalnya kembali.

Baca juga: Gagal Ginjal Bisa Terjadi di Usia Muda, Ini Alasannya

Tak disangka, sang ayah berkenan mendonasikan ginjalnya untuk orang yang sama sekali tidak ia kenal. Kepada tim dokter, pria ini sempat mengatakan bahwa setelah melihat putranya sempat membaik setelah menjalani transplantasi, ia merasa ingin memberikan kesempatan yang sama kepada orang lain.

"Keputusan ini diberikan secara spontan, ini hal yang luar biasa," kata Prof Mihai Lucan yang memimpin operasi transplantasi tersebut, seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (29/6/2015).

Apalagi, tambah Prof Lucan, ini untuk pertama kalinya tim yang ia pimpin berhasil melakukan transplantasi satu organ untuk dua pasien sekaligus dalam waktu yang berdekatan. Diyakini prosedur serupa hanya dilakukansebanyak 30 kali di seluruh dunia.

"Kami harus menanganinya dengan sehati-hati mungkin karena organnya sudah pernah dipakai sebelumnya," imbuhnya. Ginjal tersebut berpindah ke seorang pasien bernama Ioan Arnau yang tengah menjalani dialisis atau cuci darah akibat gagal ginjak sejak tahun lalu. Satu-satunya harapan hidup bagi pria berusia 51 tahun ini hanyalah terletak pada prosedur transplantasi.

Operasi cangkok kedua ini berlangsung selama tiga jam. Salah seorang dokter spesialis urologi yang ambil bagian dalam operasi ini, Florin Elec memastikan pasien memiliki peluang yang besar untuk bisa sembuh.

"Ginjalnya sudah mulai bekerja, bahkan mampu memproduksi urine. Diperkirakan 7-8 hari lagi pasien sudah bisa berkumpul kembali dengan keluarganya," pungkasnya.

Baca juga: Transplantasi Ginjal, Adakah Efek Sampingnya untuk Donor?

(lll/vit)

Berita Terkait