Selama ini, Nicola bekerja sebagai penjahit. Saat usianya 19 tahun, Nicola membantu melayani para prajurit di Yunani selama masa perang dunia kedua. Sepanjang hidupnya itulah Nicola tidak pernah mengenyam pendidikan formal.
Untuk itu, selama beberapa bulan terakhir, Nicola mengikuti sekolah setara SMP. Kisah hidup kakek enam cucu selama masa perang dunia kedua itu tertuang melalui salah satu esai yang ia tulis untuk memenuhi tugas sekolah, demikian dilaporkan Chieti Today dan dikutip pada Senin (29/6/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kegiatan Seni dan Bersosialisasi Bisa Bantu Lansia Terhindar dari Demensia
Selama bersekolah, Nicola juga mengaku ada perubahan pada dirinya. Sebab, ia kini menjadi lebih semangat untuk mempelajari teknologi. Bahkan, dalam waktu dekat Nicola meminta salah satu putrinya untuk mengajarinya menggunakan komputer.
"Saya ingin belajar mengoperasikan komputer dan itu semua memang tergantung putri saya. Tapi, saya tidak akan menyerah meskipun sudah berusia lanjut saya akan tetap belajar karena waktu dalam hidup saya tidak boleh saya sia-siakan," kata pria yang pada bulan Oktober mendatang akan merayakan hari jadinya yang ke-92 ini.
Baca juga: Wah! Rutin Berjalan Bantu Pertahankan Kualitas Memori Orang Dewasa
(rdn/vit)











































