Wanita dengan PTSD Rentan Alami Risiko Penyakit Jantung

Wanita dengan PTSD Rentan Alami Risiko Penyakit Jantung

Nita Sari, - detikHealth
Kamis, 02 Jul 2015 07:34 WIB
Wanita dengan PTSD Rentan Alami Risiko Penyakit Jantung
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
New York - Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) selama ini dihubungkan dengan masalah psikologi atau kesehatan mental. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang dengan PTSD terutama wanita memiliki risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih besar.

PTSD adalah kondisi yang ditandai dengan trauma, insomnia, kelelahan, kesulitan mengingat atau konsentrasi, dan emosi yang mati rasa. US Department of Veteran Affair melaporkan bahwa PTSD telah memengaruhi sekitar 8 juta orang Amerika setiap tahunnya dan wanita dua kali lebih cenderung terkena PTSD.

"PTSD sangat umum dihubungkan dengan veteran perang, namun sebenarnya tidak sebatas itu saja. PTSD bisa terjadi pada seseorang yang pernah menyaksikan atau mengalami cedera, kekerasan seksual, atau kematian. Jadi, hal-hal seperti kecelakaan sepeda motor, bencana alam, penyakit yang mengancam hidup, perawatan di unit perawatan intensif, kekerasan seksual, atau cedera fisik, semua hal tersebut dapat menyebabkan PTSD," ucap dr Tara Narula, kardiolog di Lenox Hill Hospital di New York, seperti dikutip dari CBS News pada Kamis (2/7/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Berkat Bantuan Anjingnya, Pria dengan PTSD Ini Bisa Bertahan Hidup

Penelitian yang dilakukan oleh University Columbia dan Harvard TH Chan School of Public Health tersebut mengamati 50 ribu pasien selama lebih dari 20 tahun. Peneliti memantau tingkat penyakit jantung dan menggunakan kuesioner untuk mengevaluasi kejadian trauma dan gejala PTSD.

Hasilnya menunjukkan bahwa wanita yang memiliki gejala PTSD berisiko lebih tinggi 60 persen terkena penyakit kardiovaskular dibandingkan dengan wanita yang tidak pernah mengalami kejadian trauma. Lebih lanjut, wanita tanpa gejala PTSD tetapi dilaporkan memiliki kejadian trauma berisiko lebih tinggi 45 persen terkena penyakit jantung.

Penelitian juga menunjukkan pentingnya hubungan antara pikiran dan jantung. Hal ini disetujui oleh dr Tara yang menyatakan bahwa PTSD juga berkontribusi terhadap penyakit jantung selain faktor risiko lain seperti obesitas, kurang berolahraga, diabetes, merokok, dan tekanan darah tinggi. "Pada PTSD, sayangnya yang dimiliki hanyalah masa lalu. Mereka 'menghidupkan' kembali peristiwa yang telah terjadi berulang kali dan tidak dapat melupakannya," ungkap dr Tara.

"Bayangkan apa yang terjadi pada respons tubuh terhadap stres selama satu pekan, sebulan, atau setahun. Respons tubuh terhadap stres dapat menaikkan tingkat denyut jantung, meningkatkan tekanan darah, menyebabkan disregulasi sistem respons terhadap stres dan hormon stres, dan menyebabkan inflamasi. Seluruh hal tersebut dapat meningkatkan penyempitan pembuluh darah dan gumpalan yang terbentuk dalam pembuluh darah," ungkap dr Tara.

Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa PTSD perlu disadari efeknya selain dari efek kesehatan mental saja. "PTSD umumnya dilihat sebagai masalah psikologi, tetapi hasil penemuan menunjukkan bahwa PTSD memiliki dampak mendalam bagi kesehatan fisik, terutama risiko kardiovaskular," ucap Jennifer Sumner, epidemiologi di Columbia University's Mailman School of Public Health. "Ini bukan semata masalah mental tetapi juga masalah kesehatan tubuh yang bisa mematikan," imbuhnya. (ajg/up)

Berita Terkait