Studi Buktikan Manfaat Operasi Lambung pada Pengidap Diabetes

Studi Buktikan Manfaat Operasi Lambung pada Pengidap Diabetes

Andara Nila Kresna - detikHealth
Selasa, 07 Jul 2015 04:57 WIB
Studi Buktikan Manfaat Operasi Lambung pada Pengidap Diabetes
Pittsburgh, AS - Ada berbagai perawatan bagi orang dengan diabetes tipe 2. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengidap diabetes yang melakukan operasi penurunan berat badan cenderung memiliki kemajuan signifikan selama tiga tahun dibandingkan dengan pengidap diabetes yang mencoba perubahan gaya hidup.

"Salah satu hal yang paling penting adalah terjadinya remisi atau pengurangan diabetes dari waktu ke waktu," ucap dr Anita Courcoulas, pemimpin penelitian dari University of Pittsburgh Medical Center, seperti dikutip dari Reuters pada Selasa (6/7/2015).

Pada penelitian terbaru, peneliti melibatkan 61 orang dengan diabetes tipe 2 yang berusia 25 hingga 55 tahun. Partisipan secara acak diberi tugas untuk menerima satu dari tiga perawatan. Perawatan pertama adalah perubahan gaya hidup selama satu tahun untuk menurunkan berat badan dengan diet, olahraga, dan perubahan tingkah laku. Lalu diikuti dengan perubahan gaya hidup yang intensitasnya kurang meliputi konsultasi perilaku selama dua tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pilihan lainnya adalah partisipan ditugaskan mengikuti satu dari dua operasi penurunan berat badan: Roux-en-Y Bypass (RGYB) atau Laparoscopic Adjustable Gastric Banding (LAGB). Operasi diikuti dengan perubahan gaya hidup intensitas rendah selama dua tahun.

Baca juga: Mau Jauh-jauh dari Penyakit Jantung dan Diabetes? Minum Jus Cranberry

Setelah tiga tahun, hasilnya menunjukkan 40 persen dari kelompok RGYB dan 29 persen dari kelompok LAGB memiliki setidaknya pengurangan sebagian dari diabetes tipe 2 mereka. Sedangkan pada kelompok yang melakukan perubahan gaya hidup tidak terjadi pengurangan. Tiga orang di kelompok RYGB dan satu orang di kelompok LAGB diabetesnya hilang sepenuhnya.

Peneliti juga menemukan bahwa kontrol gula darah membaik pada kelompok yang melakukan operasi dibandingkan dengan yang melakukan perubahan gaya hidup. Kelompok yang melakukan operasi juga lebih cenderung tidak membutuhkan pengobatan lebih lama untuk diabetes mereka. Meskipun demikian, dr Anita mengatakan mereka perlu untuk mengamati lebih banyak pasien di beberapa pusat kesehatan dalam waktu yang lama untuk menarik kesimpulan yang pasti.

dr Osama Hamdy, direktur medis di Joslin Diabetes Center Obesity Clinical Program, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut memperingatkan bahwa orang dengan diabetes tipe 2 dan dokter janganlah terlalu senang dengan hasil penemuan. Misalnya, Osama menunjukkan bahwa hanya segelintir orang dari kelompok yang melakukan operasi yang diabetesnya hilang dan intervensi gaya hidup terbaru dapat menjadi lebih efektif.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan terdapat 29 juta orang Amerika (9 persen dari populasi Amerika Serikat) memiliki diabetes dan sekitar 30 persen dari jumlah tersebut tidak terdiagnosis. Diabetes tipe 2 adalah bentuk yang umum dan sering dihubungkan dengan obesitas. Pada diabetes tipe 2, tubuh tidak bisa membuat hormon insulin yang cukup untuk membantu sel menggunakan glukosa sebagai bahan bakar, atau insulin yang cukup tetapi sel melakukan penolakan.

Baca juga: Kontrol Diabetes Saat Hamil Bisa Pengaruhi Kecerdasan Anak

(up/up)

Berita Terkait