Salah satunya adalah dengan memperhitungkan kondisi dan ketahanan tubuh. Artinya tidak disarankan untuk memaksakan diri melakukan perjalanan mudik dengan waktu serba terbatas, tanpa ada cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan kondisi badan.
"Misalnya, kalau tahu harus sudah ngantor hari Rabu ya jangan baru pulang dari kampung Selasa malam," saran dr Kusmedi, Kepala Dinkes DKI Jakarta saat dihubungi detikHealth, Rabu (22/7/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saran berikutnya menyangkut pola makan. Misalnya saat lebaran banyak menyantap makanan bersantan, maka harus diimbangi dengan banyak minum air putih, begitu juga dengan banyak asupan serat melalui sayur dan buah-buahan.
Terkait kecenderungan beberapa kantor yang sepi karena karyawannya bolos sakit, dr Kusmedi mengatakan tidak ada peningkatan jumlah permintaan surat sakit di Puskesmas.
Namun begitu, ia mengakui ada peningkatan jumlah kunjungan ke beberapa puskesmas seperti di Jatinegara, Pulogadung, dan Tebet. Sementara di wilayah tertentu, kunjungan ke Puskesmas di daerah lain seperti Kebon Jeruk dan Cilandak justru berkurang sekitar 20 persen.
"Jenis penyakit yang dikeluhkan masyarakat yang datang ke puskesmas masih seperti biasa, yaitu ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) sejumlah 40 persen, hipertensi 30 persen, dan myalgia (nyeri otot) 29 persen," kata dr Kusmedi.
Baca juga: Surat Sakit dari Dokter Asli atau Palsu, Begini Mengenalinya (up/up)











































