Studi: Orang Empati Musiknya Melow, Orang Sistematis Musiknya Jaz

Studi: Orang Empati Musiknya Melow, Orang Sistematis Musiknya Jaz

Firdaus Anwar - detikHealth
Senin, 27 Jul 2015 11:32 WIB
Studi: Orang Empati Musiknya Melow, Orang Sistematis Musiknya Jaz
Foto: Thinkstock/DragonImages
Cambridge - Studi yang dipublikasi di jurnal Plos One menunjukkan selera musik dapat menunjukkan bagaimana kecenderungan pola pikir seseorang. Seperti apa?

Para peneliti dari Cambridge University menemukan orang-orang yang mudah berempati lebih menyukai jenis musik-musik lembut atau melow. Sementara orang dengan pola pikir sistematis suka menganalisa akan menyukai musik yang lebih kompleks seperti jaz.

Studi didasari keingintahuan bagaimana seseorang bisa dengan cepat menentukan melodi yang disukai atau tak ia sukai dan faktor apa yang mendorong preferensi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 4.000 partisipan diikutsertakan dan diminta untuk menjalani berbagai tes. Pertama-tama partisipan diminta mengisi tes kepribadian agar bisa dikelompokkan menjadi orang yang mudah empati atau sistematis.

Baca juga: Putar Musik di Ruang Operasi Bisa Tingkatkan Fokus dan Membuat Tenang

Partisipan diberikan pertanyaan seperti apakah mereka tertarik dengan desain dan konstruksi mobil dan juga pertanyaan apakah mereka pandai menerka perasaan orang lain.

Setelah dikelompokkan, partisipan kemudian diperdengarkan 50 potongan lagu dengan genre berbeda dan diminta agar memberikan nilai antara 1 sampai 10.

Hasilnya partisipan dari kelompok empati memberikan skor tinggi pada jenis musik seperti R&B, soft rock, dan folk. Sementara itu partisipan dari kelompok sistematis tertarik pada musik-musik kompleks seperti jaz dan metal.

David Greenberg mahasiswa program doktor dari Cambridge University mengatakan temuan ini bisa diaplikasikan oleh mereka di industri musik.

"Banyak uang dikucurkan untuk algoritma memilih musik apa yang mungkin Anda suka seperti (aplikasi -red) Spotify dan Apple Music. Dengan mengetahui pola pikir seseorang, aplikasi seperti itu di masa depan mungkin bisa lebih menyesuaikan rekomendasinya untuk tiap individu," tutup Greenberg dikutip dari BBC pada Senin (27/7/2015).

Baca juga: Dengar Musik Sambil Bernyanyi Lebih Berguna untuk Rangsang Kecerdasan Anak (fds/vit)

Berita Terkait