dr Suhartono, SpB(K)V, Ketua Tim Spesialis Bedah Vaskuler RS Premier Bintaro mengatakan gangguan pembuluh darah yang dikenal sebagai peripheral artery disease (PAD) atau yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai pengapuran pembuluh darah juga bisa menyebabkan koreng. Hal ini terjadi karena pengapuran di pembuluh darah menyumbat peredaran darah ke kaki.
"Ketika sudah menyumbat penuh, lemak yang menyumbat ini akan merusak pembuluh darah. Yang akhirnya akan merusak jaringan lemak di bawah kulit dan menyebabkan koreng atau borok spontan atau tiba-tiba," tutur dr Sumartono, dalam temu media di RS Premier Bintaro, Bintaro Sektor 7, Tangerang Selatan, Kamis (30/7/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus bagi pasien diabetes, gejala yang paling sering tampak adalah warna kulit kaki yang berubah. Namun gejala lain seperti nyeri atau kesemutan malah sering tidak terasa. dr Suhartono mengatakan hal ini terjadi karena adanya kerusakan saraf di bagian kaki.
"Karena pada pasien diabetes itu saraf peripheralnya sudah rusak atau terganggu. Jadi kakinya tidak terasa nyeri. Makanya begitu muncul luka lalu menjadi koreng kaget, hanya saja sering dikira akibat digigit serangga, tak sengaja digaruk atau terbentur," paparnya lagi.
dr Alexander Jayadi Utama, SpB(K)V, juga dari RS Premier Bintaro menjelaskan bahwa hal ini membuat penanganan penyakit ini menjadi terhambat. Pasien baru datang ke rumah sakit setelah borok membesar dan jaringan di kaki sudah mati.
"Kalau pernah lihat kaki yang seperti mumi itu, kisut, berwarna kehitaman nah itu karena pengapuran pembuluh darahnya tidak tertangani. Kalau sudah begitu bukan tak mungkin nanti salah satu jari atau bagian kaki lainnya diamputasi," pungkasnya.
Baca juga: Luka Gores di Sela Jari Jadi Infeksi, Pria Ini Kehilangan Separuh Kakinya
(mrs/ajg)











































