Para peneliti dari University of North Florida (UNF) memfokuskan studinya pada apa yang disebut proprioceptively dynamic activities. Kegiatan yang melibatkan persepsi bersamaan dengan koordinasi dan erat kaitannya dengan memori kerja otak.
Propriosepsi pada dasarnya adalah kemampuan untuk merasakan posisi tubuh dan gerakan dalam ruang. Contoh nyata dari kemampuan ini adalah bagaimana seseorang yang memejamkan mata bisa menyentuh hidungnya apabila diminta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Wah, Susu Juga Bisa Jadi Antioksidan Alami untuk Otak
Satu kelompok diminta terlibat aktivitas seperti memanjat pohon atau halang rintang sementara dua kelompok lainnya sebagai perbandingan diminta melakukan yoga atau kelas biasa untuk tahu apakah belajar informasi baru juga dapat meningkatkan kemamputan otak. Namun sebelum aktivitas dimulai tiap partisipan sudah diukur terlebih dahulu memori kerjanya.
Hasilnya mereka yang melakukan aktivitas propriosepsi selama 2 jam dilaporkan alami peningkatan memori kerja dramatis sampai 50 persen. Studi yang telah dipublikasi di jurnal Perceptual and Motor Skill ini mengatakan latihan propriosepsi mungkin membuat memori kerja lebih terstimulasi karena seseorang harus terus menyesuaikan sesuai dengan perubahan medan sekitar.
"Riset ini menunjukkan bahwa dengan melakukan aktivitas yang membuat kita berpikir, kita dapat melatih pikiran sekaligus juga fisik," ujar Alloway dalam keterangan pers seperti dikutip dari UNF.edu pada Selasa (4/8/2015).
"Dengan mengambil istirahat dari kegiatan sehari-hari untuk melakukan kegiatan tak terduga yang mengharuskan kita secara sadar menyesuaikan tubuh, kita dapat meningkatkan memori kerja lebih baik," pungkasnya.
Baca juga: Radiasi Handphone Sebabkan Tumor Otak Itu Mitos (fds/vit)











































