David Allamby, direktur klinis dari London's Focus Clinic, mengatakan bahwa zat yang memiliki nama kimia Dinitrogen oksida (N2O) atau nitrous oxide ini dapat menyebabkan tubuh mengalami kekurangan vitamin B12. dalam jangka panjang, kekurangan vitamin B12 diketahui dapat menimbulkan kebutaan.
Baca juga: Tak Tahan Nyeri Saat Melahirkan, Ibu-ibu Ini Minta Pakai Gas Tertawa
https://health.detik.com/read/2015/01/23/161920/2812186/1299/tak-tahan-nyeri-saat-melahirkan-ibu-ibu-ini-minta-pakai-gas-tertawa
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dinitrogen oksida memang dikenal sebagai gas tertawa. Ketika dihirup, orang akan merasakan keinginan untuk tertawa terbahak-bahak tanpa sebab yang jelas. Gas ini juga diketahui digunakan dalam lomba balap mobil untuk menambah laju kendaraan (NOS) serta sebagai anastesi oleh dokter gigi.
Kewaspadaan soal bahaya gas tertawa meningkat setelah banyaknya remaja yang masuk rumah sakit dan meninggal setelah berlebihan menghirup gas ini. Korban terbaru dari Inggris bernama Ally Calvert (18), meninggal setelah tiba-tiba pingsan karena menghirup gas tertawa.
Martyn Hooper, direktur Pernicious Anemia Society mengatakan pengguna gas tertawa lebih banyak daripada kokain. Selain karena gas ini populer di kalangan remaja, penjualannya pun masih bebas dan tidak terbatas.
"Padahal kita tahu kekurangan vitamin B12 bisa menimbulkan banyak efek samping. Selain tentu saja kebutaan dan kebotakan, kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan depresi," paparnya.
Baca juga: Dokter Cemaskan Kelangkaan Helium karena Laris untuk Mengisi Balon Gas
https://health.detik.com/read/2015/06/26/123114/2953146/763/dokter-cemaskan-kelangkaan-helium-karena-laris-untuk-mengisi-balon-gas (mrs/vit)











































