Senin, 10 Agu 2015 18:35 WIB

Stigma Bisa Hambat Kesadaran Pentingnya Tes HIV

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Thinkstock/jarun011 Foto: Thinkstock/jarun011
Jakarta - Deteksi dini melalui tes HIV pada kelompok berisiko tinggi penting dilakukan. Sayangnya, stigma masih menghambat kesadaran akan pentingnya tes HIV.

"Kadang mau tes aja takut stigma perempuan nakal, lalu pria hidung belang, akhirnya nggak jadi tes," kata dr Asti Widihastuti, MHC dari Pusat Penelitian HIV Universitas Atma Jaya di De Resto, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta, Senin (10/8/2015).

Belum lagi stigma masa lampau di mana HIV digambarkan dengan tengkorak. Sehingga, anggapan zaman dulu bahwa terkena HIV sudah pasti mati bukan tak mungkin masih melekat hingga saat ini, demikian dikatakan Asti.

Baca juga: Film Pendek Ini Dorong Kesadaran Pentingnya Tes HIV

"Padahal ada teman saya, sudah 10 tahun minum ARV masih sehat sampai sekarang. Bisa produktif. Jadi gambar yang dulu-dulu kayak tengkorak itu sudahh tidak relevan," kata Asti.

Belum lagi jika saja hasil tes positif, stigma juga membuat yang bersangkutan enggan memberi tahu pada keluarga atau pasangan karena takut dikucilkan. Namun, berdasarkan pengamatan Asti di Pusat Penelitian HIV Universitas Atma Jaya tempat tes yang jauh, kendala waktu, dan biaya makan menjadi hambatan seseorang untuk melakukan tes HIV.

Asti menambahkan tahun 2008 komisi penanggulan AIDS di ASIA mengungkapkan beberapa perempuan bisa berisiko terinfeksi HIV ketika menikah. Sebab, perempuan bisa terinfeksi pertama kali bukan karena penggunaan narkoba suntik atau menjual seks tetapi dari pasangan resminya.

"Dengan melakukan penelitian Program Pengurangan Risiko Penularan HIv pada Kelompok Pasangan, diharapkan bisa menghasilkan protokol agar orang yang melakukan tes bisa merujuk pasangannya untuk melakukan tes HIV juga. Atau ketika dia memiliki faktor risiko, dia bisa memberi tahu. Toh terinfeksi bagaimana untuk dia tetap bisa tetap mendapat dukungan," kata Asti.

Baca juga: Agar Target Tes Dini HIV Tercapai, Daerah Perlu Lebih Dilibatkan (rdn/vit)