Jika Usia Nikah Minimal 21 Tahun, Wanita Diharap Punya Bekal Mendidik Anak

Jika Usia Nikah Minimal 21 Tahun, Wanita Diharap Punya Bekal Mendidik Anak

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Rabu, 12 Agu 2015 14:30 WIB
Jika Usia Nikah Minimal 21 Tahun, Wanita Diharap Punya Bekal Mendidik Anak
Foto: niekverlaan/Pixabay
Jakarta - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berupaya menggaungkan usia minimal perkawinan pada perempuan yakni 21 tahun. Pertimbangannya pun tidak hanya soal kesiapan mental dan kematangan alat reproduksi.

Diungkapkan kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty, jika menikah di bawah usia 21 tahun, misalnya 18 tahun, maka si wanita baru tamat SMA. Ketika berusia minimal 21 tahun, si wanita bisa sudah mendapat gelar sarjana muda.

"Kalau misalnya ditambah 3 tahun sudah sarjana strata 1. Wanita itu harus pintar, itu penting karena wanita berperan utama untuk mendidikan anak. Apalagi, di rumah ibu adalah pendidik pertama dan utama," kata Surya di kantor Yayasan Kesehatan Perempuan, Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2015).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Studi: Banyak Anak Tak Lantas Banyak Rezeki, karena Bikin Jantung Ibu Merugi

Selain itu, lanjut Surya, di usia 21 tahun, kematangan alat reproduksi pun sudah cukup, begitu juga kematangan mentalnya. Secara fisik, sel-sel leher rahim dan organ reproduksi sudah matang. Jika belum siapĀ  mental, kawin muda akan mengakibatkan banyak kejadian kawin-cerai belum lagi jika tiap menikah kembali si wanita kembali punya anak.

Untuk itu, Surya mengatakan BKKBN selalu menggaungkan usia minimal perkawinan pada perempuan 21 tahun. Salah satunya, dengan membina kemitraan bersama seluruh komponen masyarakat dan tinggal menunggu pihak mana yang merespons.

"Masalahnya barangkali di daerah fasilitas pendidikan kurang, saat kita mau sentuh tingkat pendidikan pun sulit. Wanita di desa mau sekolah dari SD ke SMP sulit, sehingga lebih baik dinikahkan saja. Jadi jangan melulu kita salahkan wanita di desa. Meskipun di kota pun di pinggiran banyak juga pernikahan dini. Artinya sosialisasi kurang," terang Surya.

Baca juga: Studi: Usia Pria Saat Punya Anak Pertama Berkaitan dengan Risiko Mati Muda (rdn/vit)

Berita Terkait