Kisah Wanita yang Rasakan Nyeri Ketika Terkena Cahaya dan Suara

Kisah Wanita yang Rasakan Nyeri Ketika Terkena Cahaya dan Suara

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Sabtu, 15 Agu 2015 12:03 WIB
Kisah Wanita yang Rasakan Nyeri Ketika Terkena Cahaya dan Suara
Foto: Wendell Cooke
Auckland - Wanita ini hanya bisa tidur tenang saat terkurung di dalam kamarnya yang gelap dan sunyi. Pasalnya ia tak tahan terkena sorotan lampu dan suara.

Beberapa tahun belakangan, wanita yang hanya diketahui bernama Gina ini terpaksa terkurung di rumahnya sendiri di Selandia Baru. Sebuah penyakit amat langka konon menyerang kedua mata, telinga, tenggorokan serta sendi-sendinya.

Anehnya, kondisi ini memicu rasa nyeri yang luar biasa pada tubuh Gina bilamana ia terpaparĀ cahaya dan suara. Namun hingga detik ini, dokter yang menangani Gina tak pernah mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada wanita malang ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang pasti, wanita yang diperkirakan berumur 40-an tahun ini tak mungkin beraktivitas seperti layaknya orang normal. Setiap hari, ia hanya tiduran di kamarnya yang gelap. Gina juga memakai penutup mata serta telinga untuk menghindari munculnya suara-suara yang tak diinginkan.

"Saya terpaksa hidup dalam kegelapan, dan sangat sunyi karena keduanya dapat mengakibatkan kerusakan pada kedua mata dan telinga saya," kisah Gina seperti dikutip dari Daily Mail, Sabtu (15/8/2015).

Baca juga: Ini Sebabnya Pria Merasa Nyeri Luar Biasa Saat Buah Zakarnya Ditendang

Gina juga mengaku kehilangan suaranya. Ia hanya bisa berkomunikasi dengan sebuah sistem alfabet khusus yang bisa dioperasikan dengan cara disentuh.

"Otot saya seperti sudah lenyap begitu saja sehingga saya merasakan tekanan di sekujur tubuh jika menggenggam atau menyentuh sesuatu," lanjutnya.

Ini adalah untuk pertama kalinya Gina berkenan membagi kisahnya kepada publik. Bukan tanpa tujuan, rupanya Gina ingin meminta kepada pemerintah agar melegalkan eutanasia atau suntik mati demi mengurangi penderitaannya. Apalagi Gina dihadapkan pada kenyataan bahwa kondisinya tak kunjung membaik dari tahun ke tahun.

Tragisnya, Gina meyakini bahwa tak ada alasan lagi untuknya hidup lebih lama, sehingga ia merasa memiliki hak untuk mengakhirinya dengan damai.

"Dokter akan memberi saya obat yang membuat saya tertidur, lalu saya akan mati dengan damai sembari menggenggam tangan saudara saya," harapnya.

Baca juga: Kulitnya Luka dan Melepuh Jika Disentuh, Bocah 8 Tahun Ini Selalu Diperban (lll/up)

Berita Terkait