Sejak dilegalkannya jual beli ganja di Colorado dan sejumlah negara bagian, pada praktiknya banyak ditemukan kasus di mana anak-anak tanpa sengaja mengonsumsi produk makanan yang mengandung ganja. Hal ini menimbulkan keresahan bagi para orang tua.
Colorado Marijuana Enforcement Division pun memahami hal ini. Mereka menyadari bahwa 'edible marijuana' di mana ganja dicampurkan ke dalam kue, brownies, atau ditambahkan ke dalam soda dan saus bisa saja dikonsumsi anak-anak yang tertarik dengan kemasannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk produk ganja cair, produsen dibatasi hanya boleh menjual dalam bentuk satuan, dengan kandungan THC tak boleh lebih dari 10 miligram saja. Demikian seperti dikutip dari CBS News, Selasa (18/8/2015).
Kedua, produsen dilarang menggunakan kata 'permen' untuk melabeli produk ganja siap makan, meskipun bentuknya memang berupa permen ataupun permen karet.
"Ini saatnya kita punya aturan agar orang-orang tahu bahwa ada ganja di dalam makanan tertentu," ungkap Diane Carlson dari Smart Colorado, komunitas orang tua yang aktif mengkampanyekan agar ganja siap makan diberi kemasan atau label khusus agar tidak dikonsumsi oleh anak-anak.
Baca juga: Permen Beruang di AS Ada yang 'Disusupi' Ganja, Orang Tua Diminta Waspada
Sebenarnya ini bukan kali pertama pemerintah Colorado membuat aturan tentang ganja siap makan. Sebelumnya negara bagian ini telah melarang produsen untuk menggunakan karakter kartun pada kemasan produk mereka, atau membuat produk yang 'mirip-mirip' dengan produk makanan biasa seperti permen.
Namun nyatanya, peraturan ini tidak digubris oleh produsen. Salah satu buktinya, di tahun 2014 pernah dilaporkan ada seorang pria yang harus dirawat di rumah gara-gara tak sengaja memakan cokelat saat mengunjungi Denver County Fair. Ternyata cokelat itu telah dicampur ganja dan pria ini sama sekali tak menyadarinya.
Dalam waktu dekat, draft peraturan baru ini akan diajukan dalam dengar pendapat sebelum siap diluncurkan ke publik.
Baca juga: Dibungkus Mirip Permen, Ganja Medis Dianggap Bisa Bahayakan Anak-anak (lll/up)











































