"Saya terkejut bukan main. Saya tidak percaya janin saya dibungkus di kantong plastik itu dan ditaruh di pojok ruangan. Saya terisak lalu membawa kantong itu ke perawat," tutur Sarah seperti dikutip dari Mirror, Selasa (18/8/2015).
Sarah menegaskan ia tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana sosok janinnya yang sudah tak bernyawa itu dibungkus kantong plastik. Memaafkan pihak RS atas insiden yang terjadi ini pun menurut Sarah tak akan mudah. Saat usia kandungannya 8 minggu, Sarah mengalami perdarahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Kenali, Faktor-faktor yang Bisa Bikin Wanita Keguguran
Meski perasaannya hancur, Sarah memutuskan untuk menjalani operasi. Setelah operasi selesai, Sarah segera dipindahkan ke kamar perawatan. Saat hendak mengambil selimut, ia terkejut melihat sebuah kantong di pojok kamar yang mana isi kantong tersebut adalah janinnya.
"Istri saya bisa melihat kepala bayi kami. Jenis kelaminnya memang belum terlihat jelas tapi ini adalah anak pertama kami, kami sangat sedih hal ini bisa terjadi. Apalagi, Sarah sengaja memilih operasi supaya ia tidak melihat bayinya hingga tidak terlalu sedih," kata Brett.
Sementara itu, juru bicara Birmingham Women's NHS Foundation Trust mengaku turut menyesal atas insiden yang terjadi pada bayi Sarah dan berusaha memberi dukungan pada Sarah dan keluarganya. Menurut si juru bicara, staf senior dan direktur RS sudah bertemu dengan pasien. Kini, penyelidikan guna memastikan mengapa insiden itu bisa terjadi juga tetap dilakukan.
Baca juga: Dinyatakan Keguguran, 3 Minggu Kemudian Janin Rachel Ternyata Masih Hidup
(rdn/up)











































