Loloskan 'Pil Pink', FDA Amerika Ingatkan Bahaya Efek Samping

Loloskan 'Pil Pink', FDA Amerika Ingatkan Bahaya Efek Samping

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 19 Agu 2015 14:16 WIB
Loloskan Pil Pink, FDA Amerika Ingatkan Bahaya Efek Samping
Foto: Reuters/Sprout Pharmaceuticals
Jakarta - Flibanserin, obat yang dikenal sebagai pembangkit libido wanita sudah disetuji izin edarnya oleh Food and Administration Amerika Serikat. Meski diizinkan beredar, FDA mengingatkan bahaya efek samping dari obat yang juga dikenal sebagai pil pink ini.

Dalam keterangan resminya, Public Citizen, lembaga pengawas makanan non pemerintah, mengatakan pil pink yang dijual dengan merek dagang Addyi memiliki lebih banyak efek samping daripada manfaat. Mereka juga mengatakan obat ini lambat laun akan ditarik dari peredaran karena keluhan yang akan dirasakan penggunanya.

Baca juga: FDA Amerika Loloskan Pil Pink, 'Viagra' Wanita Pertama di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Obat ini membuat gairah wanita meningkat, namun disaat bersamaan juga menurunkan tekanan darah yang bisa membuat mereka pingsang. Apalagi jika dikonsumsi bersama alkohol," terang Public Citizen dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (191/8/2015).

Review FDA menunjukkan adanya peningkatan kepuasan seksual atau satisfying sexual events (SSEs) secara signifikan pada pengguna obat ini. Dari rata-rata 2-3 SSE per bulan, pemberian obat ini memberikan peningkatan sebanyak 0,5-1 SSE perbulan.

Namun begitu, manfaatnya dinilai masih terlalu kecil dibandingkan dengan risiko efek sampingnya yang mengkhawatirkan. Efek samping yang mencakup mual, pusing dan mengantuk menjadi alasannya. Bahkan obat ini juga meningkatkan risiko pingsan dan cedera akibat kecelakaan.

Sprout Pharmaceuticals dalam keterangan resminya mengatakan pil ini hanya boleh digunakan bagi wanita yang didiagnosis mengalami hypoactive sexual desire disorder (HSDD). Penyakit ini merupakan gangguan kepribadian di mana seseorang tidak memiliki gairah untuk melakukan hubungan seksual tanpa dipengaruhi oleh makanan ataupun obat yang dikonsumsi.

Meski memiliki nama viagra wanita, cara kerja obat ini ternyata berbeda dengan obat buatan perusahaan Pfizer tersebut. Viagra atau pil biru berfungsi untuk melancarkan peredaran darah ke area penis agar ereksi pria bisa lebih tahan lama. Sementara pil pink menyasar otak untuk mengaktifkan bagian saraf yang erat dengan kepuasan seksual.

Perjalan obat ini sebenarnya tidak. Flibanserin sejatinya dikembangkan oleh perusahaan obat asal Jerman, Boehringer Ingelheim pada tahun 2010, namun ditolak oleh FDA. Sprout Pharmaceuticals membeli obat ini, melakukan penelitian tambahan dan kembali mengajukan izin edar, yang juga ditolak oleh FDA pada tahun 2013.

Baca juga: Dalam Fase Manik, Libido Pasien Bipolar Meningkat dan Bisa Tak Terkontrol (mrs/vit)

Berita Terkait