Perempuan berusa 29 tahun ini dilarikan ke UGD (Unit Gawat Darurat) pada Juni 2014. Ia mengalami 'nervous breakdown' setelah bertengkar dengan pacarnya pada hari yang sama.
"Saat tiba di rumah sakit, perempuan ini sangat gelisah, Dia tampak sangat cemas dan terus menerus berpaling,: kata Dr Thilo Witsch, ahli jantung dari University of Freiburg Heart Center di Freiburg, Jerman, dikutip dari Livescience, Senin (24/8/3015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi pasien yang sangat gelisah menyulitkan pada petugas medis untuk menelusuri riwayat kesehatannya. Namun akhirnya terungkap, pasien perempuan ini mengalami penurunan aliran darah di kedua lengan dan kaki. Pemeriksaan lebih lanjut memastikan, pasien mengidap aortic dissection.
Pasien ini mengalami sobekan pada dinding dalam aorta atau pembuluh darah dari jantung ke seluruh tubuh. Lebih spesifik lagi, sobekan yang dialami pasien ini terjadi di dekat jantung, yang dikenal dengan istilah Stanford type A dissection.
"Sebagian besar pasien dengan jenis sobekan aorta seperti ini biasanya meninggal, bahkan dengan penanganan yang optimal," kata Dr Witsch yang mempublikasikan kasus ini di The Journal of Emergency Medicine edisi terbaru.
Beruntung, pasien ini langsung dioperasi dan bisa diselamatkan. Ia hanya perlu tinggal di rumah sakit selama 19 hari, dan sejak saat itu sudah tidak pernah mengalami keluhan yang sama. Pasien yang sebelumnya adalah perokok, juga sudah dianjurkan untuk berhenti merokok.
Baca juga: Studi Ini Sebut Sering Kerja Lembur Tingkatkan Risiko Kena Stroke (up/up)











































