Setelah menjalani modifinasi genetik, orientasi seksual tikus-tikus betina tersebut berubah. Mereka menolak tikus jantan yang berusaha membuahinya, dan justru saling mendekati sesama tikus betina.
"Tikus mutan betina ini menjalani program perkembangan dengan sedikit perubahan di otak, menjadi seperti tikus jantan dalah hal ketertarikan seksual," kata Prof Chankyu Park dari Korea Advanced Institute of Science and Technology di Daejeon, Korea Selatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keterkaitan antara faktor genetika dengan orientasi seksual sudah sejak lama menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan. Penelitian terbaru di jurnal BMC Genetics menyebut, faktor genetika tidak mungkin bisa dipakai untuk memprediksi orientasi seksual pada manusia.
Prof Park, seperti dikutip dari NY Dailynews, Selasa (25/8/2015), mengaku ingin mengamati apakah efek perubahan gen seperti pada tikus betina bisa terjadi pula pada manusia. Namun ia juga mengakui sangat sulit mendapatkan relawan yang mau dijadikan 'tikus percobaan'.
Baca juga: Faktor Keturunan Jadi Penyebab Kebotakan Dini? Ah, Belum Tentu (up/up)











































