Selasa, 25 Agu 2015 14:29 WIB

Hepatitis C Tak Cuma Penyakit Para Pecandu, Semua Orang Punya Risiko

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: Thinkstock
Jakarta - Karena bisa menular lewat jarum suntik yang tidak steril, hepatitis C identik sebagai penyakitnya para pecandu. Kenyataannya, hanya sebagian saja pengidap hepatitis C yang merupakan pecandu napza suntik.

"Di kalangan muda, ya (banyak menyerang kalangan pecandu). Tapi kalau populasi umum, nggak juga," kata Prof David H Muljono dari Pokja (Kelompok Kerja) Hepatitis, ditemui usai Konsultasi Nasional Hepatitis C 2015 di Swiss-belresidence, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

Selain melalui jarum suntik yang tidak steril pada pecandu napza, penularan hepatitis C juga bisa terjadi melalui transfusi darah. Kontak darah pada luka terbuka juga berpotensi menularkan virus hepatitis C.

"Yang aneh itu sporadik. Nggak tahu kapan kenanya, tapi kok positif," tambah Prof David yang juga merupakan honorary profesor di The University of Sydney ini.

Baca juga: Kesadaran Masyarakat Penting untuk Deteksi Dini Hepatitis C

Jumlah pecandu napza suntik (penasun) sendiri mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam surveinya di 68 kabupaten dan kota, KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) mencatat jumlah penasun sebanyak 11.500. Secara nasional, diperkirakan jumlahnya mencapai 35 ribu pada 2015.

Pemetaan terakhir yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2015 memperkiraan jumlah penduduk yang terinfeksi virus hepatitis C mencapai 2 juta orang. Jika tidak diobati, infeksi kronis hepatitis C maupun B bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati maupun kanker.

"Kanker hati merupakan pembunuh nomor 2 setelah kanker paru. Sekitar 80 persen kanker hati berhubungan dengan infeksi hepatitis C dan B," kata Prof David.

Baca juga: Soal Infeksi Hepatitis, Pengidap HIV Disebut Lebih 'Beruntung' (up/vit)