Padang pasir di kota ini dianggap dapat membawa kesembuhan bagi sejumlah penyakit. Bagaimana caranya? Tak lain dengan 'berendam' di gurun selama beberapa hari.
Aktivitas 'berendam' di gurun inilah yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti nyeri sendi, rematik, hingga impotensi dan gangguan kesuburan. Dan idealnya pengobatan dilakukan pada musim panas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika pertama kali datang, pengunjung diminta menunggu sementara penduduk setempat yang juga bertugas sebagai fasilitator, menyiapkan lubang di gurun untuk terapi mereka.
Selepas pemanasan, tubuh pasien akan dikubur dalam lubang yang disediakan tadi sampai tinggal kepalanya saja. Kemudian fasilitator membuatkan semacam tenda kecil dari kain untuk menutupi kepala si pasien selama terapi berlangsung, kira-kira 10-15 menit. Fasilitator ini juga akan memberikan pijat kaki sebagai bagian dari pengobatan.
Setelah itu, tubuh mereka dikeluarkan dari dalam lubang dan diminta kembali ke tenda khusus. Tenda ini sengaja dipapari panas matahari di tengah gurun sehingga terasa seperti berada dalam sauna.
Bilamana pasien merasa kurang panas, fasilitator juga menyediakan teh herbal atau teh mint panas di akhir terapi. Setelah semua proses selesai, pasien dipersilakan kembali ke rumah untuk melaksanakan pendinginan dan berganti baju.
Raafat El-Fiqi, seorang guru matematika dan peneliti dari Alexandria mengaku sudah bertahun-tahun melakukan terapi ini. Itu pun atas rekomendasi dokternya sendiri. "Saya selalu merasa lebih baik di sini. Terapi ini bagus untuk sirkulasi darah, sistem pernapasan, dan kekebalan tubuh saya secara umum," katanya seperti dikutip dari Mirror, Senin (31/8/2015).
Baca juga: Alas Bermain dari Pasir Paling Aman untuk Anak-anak
Menurut fasilitator, demi mendapatkan efek optimal dari berendam di pasir ini, pasien disarankan untuk tidak mandi selama tiga hari berturut-turut, sehingga air tidak masuk ke dalam kulit mereka.
Paket terapi yang disediakan beragam, rata-rata 3-9 hari untuk satu kali paket. Biaya yang dihabiskan untuk terapi hanya berkisar 38-52 dollar AS (Rp 534.000-731.000), sudah termasuk akomodasi dan makan. Berminat mencoba? (lll/up)











































