Tenaga Medis yang 'Kena Batunya' Akibat Ambil Foto Tak Pantas Saat Bertugas

Tenaga Medis yang 'Kena Batunya' Akibat Ambil Foto Tak Pantas Saat Bertugas

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Selasa, 01 Sep 2015 16:03 WIB
Tenaga Medis yang Kena Batunya Akibat Ambil Foto Tak Pantas Saat Bertugas
Foto: thinkstock
Jakarta - Berfoto bersama ataupun memotret diri sendiri sah-sah saja dilakukan. Namun, ketika dilakukan oleh tenaga medis, hal tersebut malah bisa jadi 'bumerang'.

Kerap kali ditemui orang-orang yang bekerja di bidang medis mengabadikan momen mereka bersama pasien dengan berfoto. Sayang, mereka melakukannya di situasi yang kurang tepat. Akibatnya, kecaman hingga sanksi pun mereka terima.

Nah, dirangkum detikHealth dari berbagai sumber pada Selasa (1/9/2015) inilah selfie atau foto bersama yang dilakukan tenaga medis yang justru membuat mereka mendapat kecaman hingga hukuman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dokter-dokter Berkelakuan Nyeleneh, Remas Payudara Hingga Ngintip Pasien

1. Foto bersama saat sedang operasi

Foto: CNN
Eksekutif senior dan tim staf medis rumah sakit di Tiongkok, daerah provinsi barat laut Provinsi Shaanxi, dihukum karena menyempatkan diri mengambil foto grup di tengah prosedur operasi.

Foto yang tersebar di sosial media Tiongkok, Weibo, menunjukkan para dokter dengan baju operasi berpose di samping pasien yang tidak sadarkan diri. Satu orang terlihat membuat gaya tangan 'V' dan yang lainnya bergaya mencondongkan tubuh sambil mengoperasi.

Atas apa yang dilakukannya, tiga eksekutif RS Fengcheng dibebaskan dari tugas administrasinya dan staf yang terlibat dalam foto mendapat teguran serta tidak mendapat gaji selama tiga bulan.

2. Posting foto bersama pasien yang sekarat

Foto: CEN
Perawat di panti jompo di Mogelsberg bernama Blaze Binder, memposting fotonya bersama seorang pasien tua yang sedang sekarat. Dalam foto itu, ia berpose duduk di samping pasiennya yang sedang berbaring di tempat tidur. Dengan pakaian putih khas perawat, Blaze menyunggingkan senyum saat foto diambil.

Nah, saat memposting foto di Facebook, Blaze menambahkan kata 'pencuri jiwa' dan 'Salam Setan'. Kepada sekitar 2.000 temannya di Facebook, Blaze bahkan meminta teman-temannya menebak apakah pasien tua itu masih hidup atau sudah mati.

Atas tindakan Blaze, Asosiasi Perawat di Swiss menyatakan terkejut dan marah. Kasus ini lantas berlanjut ke meja hijau. Pengadilan di St Gallen di Swiss, menyatakan Blaze bersalah karena dianggap telah mengganggu kedamaian orang yang sudah meninggal dan melanggar kepercayaan yang telah diberikan. Dia harus membayar denda Rp 16 juta atau yang nilainya sama dengan 120 hari kerja.

Baca juga: Posting Foto Bersama Pasien yang Sekarat, Perawat Ini Didenda Rp 16 Juta


3. Foto Selfie Acungkan Jari Tengah ke Pasien Sekarat

Foto: youtube
Paramedis asal Kirov, Rusia, Tatiana Kulikova (25) mengambil foto-foto yang tidak pantas dilakukan di tengah pekerjaannya. Salah satu foto bahkan memperlihatkan Kulikova sedang mengacungkan jari tengah, suatu gerak isyarat hinaan, kepada pasien yang tengah sekarat.

"Orang bodoh lainnya," tulis Kulikova memberikan keterangan pada salah satu fotonya di sosial media.

Foto-foto tersebut kemudian dikenali oleh salah satu kerabat pasien dan menyebabkan kemarahan besar di antara warga, termasuk pegiat kesehatan lokal. Menanggapi hal ini seorang juru bicara untuk pelayanan kesehatan darurat kota mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi. Kulikova mengakui perbuatannya dan ia pun telah dipecat.

4. Selfie dengan pasien yang sedang sakit parah

Foto: Medical Daily
Maria Jose Gonzalez, mahasiswi kedokteran gigi di Valle de Mexico University (UVM) mendapat kecaman dari publik setelah memposting foto selfie dirinya sedang tersenyum di samping pasien yang tampak sedang sakit parah. Foto ini ia posting di akun Facebook-nya dan mulai menyebar di dunia maya. Dalam postingan foto tersebut, Gonzalez menuliskan caption bahwa dirinya sedang dalam tugas dan mengurus pasien yang tampaknya sekarat.

Meskipun mendapatkan respons negatif dan kecaman dari beberapa pihak, Gonzalez melakukan pembelaan dan mengatakan bahwa ia memposting foto tersebut sudah atas izin dari si pasien. Maria mengakui pasien tersebut memang dalam kondisi sakit dan tak bisa menutup mulutnya dengan sempurna. Pihak kampus pun menyelidiki kasus ini karena apa yang dilakukan oleh Gonzalez tetap dinilai tak layak untuk dilakukan dan tidak mencerminkan nilai etiket dari dunia medis maupun akademik.

5. Berfoto saat bantu pasien melahirkan

Foto: CEN
Dokter wanita di salah satu RS di Johor Baru, Johor, Malaysia bergaya saat di foto ketika tengah membantu pasien melahirkan. Meski tidak terlihat memotret dirinya sendiri alias selfie, dokter yang belum teidentifikasi namanya itu terlihat mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya membentuk tanda 'peace'. Sementara, tangan kanannya berada di area vital si pasien.

Diketahui, saat itu si dokter tengah membantu proses persalinan pasien. Apa yang dilakukan si dokter dianggap tak pantas dan dianggap sebagai bentuk pelanggaran kode etik kedokteran. Untuk memastikan hal itu, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan. Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Seri Subra angkat bicara dan berjanji akan segera bertindak.

Masyarakat pun memberi kecaman melalui komentar-komentar yang dilontarkan sembari memposting foto tersebut di akun sosial medianya.

Halaman 2 dari 6
Eksekutif senior dan tim staf medis rumah sakit di Tiongkok, daerah provinsi barat laut Provinsi Shaanxi, dihukum karena menyempatkan diri mengambil foto grup di tengah prosedur operasi.

Foto yang tersebar di sosial media Tiongkok, Weibo, menunjukkan para dokter dengan baju operasi berpose di samping pasien yang tidak sadarkan diri. Satu orang terlihat membuat gaya tangan 'V' dan yang lainnya bergaya mencondongkan tubuh sambil mengoperasi.

Atas apa yang dilakukannya, tiga eksekutif RS Fengcheng dibebaskan dari tugas administrasinya dan staf yang terlibat dalam foto mendapat teguran serta tidak mendapat gaji selama tiga bulan.

Perawat di panti jompo di Mogelsberg bernama Blaze Binder, memposting fotonya bersama seorang pasien tua yang sedang sekarat. Dalam foto itu, ia berpose duduk di samping pasiennya yang sedang berbaring di tempat tidur. Dengan pakaian putih khas perawat, Blaze menyunggingkan senyum saat foto diambil.

Nah, saat memposting foto di Facebook, Blaze menambahkan kata 'pencuri jiwa' dan 'Salam Setan'. Kepada sekitar 2.000 temannya di Facebook, Blaze bahkan meminta teman-temannya menebak apakah pasien tua itu masih hidup atau sudah mati.

Atas tindakan Blaze, Asosiasi Perawat di Swiss menyatakan terkejut dan marah. Kasus ini lantas berlanjut ke meja hijau. Pengadilan di St Gallen di Swiss, menyatakan Blaze bersalah karena dianggap telah mengganggu kedamaian orang yang sudah meninggal dan melanggar kepercayaan yang telah diberikan. Dia harus membayar denda Rp 16 juta atau yang nilainya sama dengan 120 hari kerja.

Baca juga: Posting Foto Bersama Pasien yang Sekarat, Perawat Ini Didenda Rp 16 Juta


Paramedis asal Kirov, Rusia, Tatiana Kulikova (25) mengambil foto-foto yang tidak pantas dilakukan di tengah pekerjaannya. Salah satu foto bahkan memperlihatkan Kulikova sedang mengacungkan jari tengah, suatu gerak isyarat hinaan, kepada pasien yang tengah sekarat.

"Orang bodoh lainnya," tulis Kulikova memberikan keterangan pada salah satu fotonya di sosial media.

Foto-foto tersebut kemudian dikenali oleh salah satu kerabat pasien dan menyebabkan kemarahan besar di antara warga, termasuk pegiat kesehatan lokal. Menanggapi hal ini seorang juru bicara untuk pelayanan kesehatan darurat kota mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi. Kulikova mengakui perbuatannya dan ia pun telah dipecat.

Maria Jose Gonzalez, mahasiswi kedokteran gigi di Valle de Mexico University (UVM) mendapat kecaman dari publik setelah memposting foto selfie dirinya sedang tersenyum di samping pasien yang tampak sedang sakit parah. Foto ini ia posting di akun Facebook-nya dan mulai menyebar di dunia maya. Dalam postingan foto tersebut, Gonzalez menuliskan caption bahwa dirinya sedang dalam tugas dan mengurus pasien yang tampaknya sekarat.

Meskipun mendapatkan respons negatif dan kecaman dari beberapa pihak, Gonzalez melakukan pembelaan dan mengatakan bahwa ia memposting foto tersebut sudah atas izin dari si pasien. Maria mengakui pasien tersebut memang dalam kondisi sakit dan tak bisa menutup mulutnya dengan sempurna. Pihak kampus pun menyelidiki kasus ini karena apa yang dilakukan oleh Gonzalez tetap dinilai tak layak untuk dilakukan dan tidak mencerminkan nilai etiket dari dunia medis maupun akademik.

Dokter wanita di salah satu RS di Johor Baru, Johor, Malaysia bergaya saat di foto ketika tengah membantu pasien melahirkan. Meski tidak terlihat memotret dirinya sendiri alias selfie, dokter yang belum teidentifikasi namanya itu terlihat mengacungkan telunjuk dan jari tengahnya membentuk tanda 'peace'. Sementara, tangan kanannya berada di area vital si pasien.

Diketahui, saat itu si dokter tengah membantu proses persalinan pasien. Apa yang dilakukan si dokter dianggap tak pantas dan dianggap sebagai bentuk pelanggaran kode etik kedokteran. Untuk memastikan hal itu, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan. Menteri Kesehatan Malaysia, Dr Seri Subra angkat bicara dan berjanji akan segera bertindak.

Masyarakat pun memberi kecaman melalui komentar-komentar yang dilontarkan sembari memposting foto tersebut di akun sosial medianya.

(rdn/up)

Berita Terkait