"Seharusnya para aktor dan aktris industri film porno mendapat perlindungan yang sama dari HIV, sama halnya dengan warga dan penduduk California lainnya," tutur Michael Weinstein, Presiden AIDS Healthcare Foundation (AHF), dikutip dari Reuters, Rabu (16/9/2015).
Baca juga: Pengaruh Film Porno Turunkan Minat Pria Pakai Kondom
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Weinstein mengatakan saat ini sudah ada 557.138 tanda tangan yang sudah terkumpul. Ia menambahkan bahwa tanda tangan ini masih kurang, dan menargetkan penambahan 2 juta tanda tangan lagi.
Terkait alasan mengapa melakukan kampanye ini, Weinstein mengatakan bahwa para aktor dan aktris film porno selalu berlindung di balik kebebasan berekspresi, sehingga tak mau menggunakan kondom. Padahal angka penularan HIV mereka termasuk tinggi.
"Aktor dan aktris film porno merupakan kelompok paling rentan tertular HIV. Risiko mereka 10 kali lebih tinggi daripada masyarakat pada umumnya," paparnyanya.
Hanya saja, kampanye ini mendapat tantangan dari para pelaku industri film porno itu sendiri. Mereka mengatakan penggunaan kondom hanya menurunkan nilai jual film dan tak ada penonton yang ingin melihat aktor dan aktris menggunakan kondom dalam sebuah film porno.
"Penonton tidak ingin melihat kondom di film porno, fantasi mereka juga akan sulit terwujud karena menggunakan kondom erat kaitannya dengan hubungan seks di masyarakat," tutur salah satu pemilik rumah film porno lokal di Los Angeles.
Baca juga: Di Kota Sukabumi, Berhubungan Seks Tanpa Kondom Didenda Rp 50 Juta (mrs/up)











































