Jumat, 18 Sep 2015 09:03 WIB

Mengatasi Mimpi Buruk

Sering Mimpi Buruk Tandanya Gejala Gangguan Jiwa, Benarkah?

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Sering mengalami mimpi buruk memang akan memengaruhi kondisi mental seseorang. Bahkan ada anggapan, mimpi buruk menunjukkan gejala gangguan jiwa. Benarkah demikian?

dr Sylvia Detri Elvira, SpKJ(K) dari Klinik Empati Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo, menolak anggapan tersebut. Menurutnya, ada atau tidaknya gangguan jiwa yang dialami seseorang tidak bisa ditentukan dari mimpi buruk semata.

Baca juga: Sering Mengalami Mimpi Buruk, Normal Nggak Ya?

"Kalau untuk memutuskan apakah ada gangguan jiwa itu ya harus bertanya juga ke orang tersebut, apakah dia sedang dalam kondisi yang bagaimana. Nggak boleh hanya dilihat dari mimpi saja. Karena memang ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya mimpi buruk," tutur dr Sylvia kepada detikHealth beberapa waktu lalu dan ditulis Kamis (17/9/2015).

Hal senada juga dikatakan oleh dr Andreas Prasadja, RPSGT, pakar kesehatan tidur dari RS Mitra Kemayoran. Menurutnya, mimpi buruk belum tentu ada kaitannya dengan kesehatan jiwa seseorang.

Bisa saja, orang ini sedang dalam kondisi emosi yang labil sebelum tidur. Penyebabnya lainnya adalah stres karena tekanan pekerjaan atau masalah pribadi.

"Jadi bisa karena faktor situasional saja. Belum tentu gangguan jiwa," tegasnya lagi.

Meski begitu, jika memang mimpi buruk datang terus-menerus, ada baiknya berkonsultasi ke dokter. Mungkin bukan gangguan jiwa, tapi mimpi buruk bisa terjadi karena adanya gangguan tidur yang disebut sebagai nightmare.

"Memang pada beberapa orang ada gangguan tidur yang dinamakan nightmare. Biasanya, kita kasih obat-obatan supaya kondisi ini berkurang. Obat ini akan mengurangi intensitas mimpi buruk tadi, dan kedua supaya suasana hati orang tersebut lebih nyaman," pungkasnya.

Baca juga: Night Terror, Fenomena Tidur Setingkat di Atas Mimpi Buruk (mrs/vit)