Belum lagi jika selama memutari rumahnya, napas Simone amat ngos-ngosan dan ia kelelahan. Tak ingin terus terperangkap dalam tubuh yang gemuk, Simone lantas mulai berdiet dan memposting progres program penurunan berat badannya di Facebook.
Komentar dan apresiasi banyak orang ternyata sukses memotivasi ia hingga kini berat badannya tersisa 76 kg dalam waktu 11 bulan. Dikisahkan Simone, saat menjadi mahasiswa, dirinya sering minum alkohol. Tinggal di asrama juga membuat dia banyak mengasup makanan berlemak tinggi serta membeli junk food bahkan lima kali seminggu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Diet Breatharian, Diet Ekstrem Hanya 'Makan' Sinar Matahari
Dikutip dari laman Facebook 'Simone's journey to health', Jumat (18/9/2015), dalam program dietnya, Simone mengganti menu tinggi karbohidrat dan lemaknya dengan sayuran serta daging tanpa lemak. Makanan ringan sebagai camilan juga diganti dengan buah. Untuk olahraga, awalnya Simone memilih jalan cepat yang kemudian ia ubah dengan lari. Mulanya, hanya keluarga dan teman dekat yang mengomentari progres Simone.
Tapi, lama-kelamaan banyak orang lain yang justru meminta nasihat dan tips bagaimana menurunkan berat badan. Setelah berhasil menurunkan setengah bobotnya, wanita yang kini bekerja sebagai profesional make up artist ini mengadakan pesta kecil-kecilan untuk merayakan keberhasilannya.
"Tapi jangan salah, keberhasilan saya menurunkan bobot meninggalkan gelambir kulit di tubuh saya. Untungnya, melalui operasi selama 8 jam, semua itu bisa diatasi. Sangat menggembirakan ketika melihat ke belakang bagaimana dulu saya sangat gemuk tapi sekarang saya bisa lebih sehat dan percaya diri dengan tubuh seperti ini," tutur Simone.
Baca juga: Pernah Diet Ekstrem Hingga Dirawat di RS, Amorrita Kini Fit dengan Diet Ini
(rdn/vit)











































