Flu singapura yang merupakan istilah populer dari Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), muncul antara lain di Jakarta. Beberapa sekolah setingkat TK dan SD di wilayah tersebut bahkan sempat meliburkan muridnya untuk mengantisipasi penularan yang lebih luas.
"Di Jakarta Utara ada 3-4 sekolah yang meliburkan muridnya. Kalau yang terinfeksi kurang dari 5 persen dari jumlah murid, biasanya cuma libur sehari untuk pembersihan," kata Karla Martalova, pimpinan Discovery Zone Preschool di Muara Karang, Kamis (1/10/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Sekolah Hingga Kolam Renang Bisa Jadi Tempat Penularan Flu Singapura
Dokter anak dari RS Premierre Jatinegara, dr Marissa Pudjiadi, SpA menyebut musim kemarau seperti sekarang ini memang rentan penularan penyakit, termasuk Flu Singapura. Meski tak cukup banyak untuk disebut wabah, beberapa pasien yang ditangani dr Marissa juga terinfeksi flu singapura.
"Di Jakarta Utara memang ada yang kena. Di sekolah anak saya juga ada, tapi nggak sampai libur. Bukan wabah hebat. Memang umumnya muncul di musim panas seperti itu," kata dr Marissa.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Kusmedi mengaku belum mendapat laporan adanya peningkatan kasus flu singapura. Kalaupun ada beberapa kasus, diyakini berasal dari tempat lain yang kemudian ditularkan lagi saat anak-anak tersebut berada Jakarta.
Baca juga: Flu Singapura dan Flu Biasa pada Anak, Apa Bedanya?
"Ini belum masuk pancaroba, musim kemarau kali ini juga bukan yang banyak debu. Pantauan udara sejauh ini masih aman. Tapi akan kita cek nanti yang di Jakarta Utara," kata Kusmedi.
Flu singapura disebabkan oleh virus dan biasanya menyerang anak-anak dengan gejala berupa demam, batuk dan pilek. Gejala lain yang khas adalah sariawan dan bintik-bintik merah terutama di area kaki dan tangan sehingga disebut Penyakit Kaki, Tangan, dan Mulut (KTM).
(up/vit)











































