Jumat, 02 Okt 2015 14:03 WIB

Robohnya Crane dan Kebiasaan Buang Air di Ciliwung

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: AN Uyung Pramudiarja
Jakarta - Robohnya crane di Kampung Pulo, Jakarta Timur menyingkap sisi lain Kali Ciliwung. Perilaku buang air di kali masih bisa dijumpai di tengah-tengah Kota Jakarta.

Seorang remaja yang menjadi korban luka dalam peristiwa tersebut dilaporkan sedang buang air di pinggir kali, saat crane roboh lalu menimpa pohon di samping sebuah WC gubug. Dahan pohon patah, lalu rantingnya melukai leher. WC gubugnya sendiri hancur tak berbekas.

"Iya tadinya gubug di sini. Kalau malam mau buang air, tinggal bawa air pakai ember ke sini. Daripada turun," kata Darsono, warga Kampung Melayu Kecil 1, Bukit Duri, Jakarta Selatan, sambil menunjuk posisi crane roboh yang hingga siang ini masih melintang di Kali Ciliwung.

Baca juga: Menteri Basuki Akui Banyak Warga BAB di Kali: Pakai MCK Malah Gak Metu!


Crane ambruk menimpa WC gubung atau disebut WC Helikopter di tepi Kali CIliwung


Darsono menjelaskan, fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) di pemukiman yang cukup padat tersebut memang sangat terbatas. Satu sumur dan kamar mandi biasa digunakan bersama-sama oleh 5-6 keluarga, untuk berbagai keperluan mulai dari mandi hingga memasak.

Pantauan detikHealth pada Jumat (2/10/2015), kamar mandi di sejumlah fasilitas MCK sudah dilengkapi WC jongkok. Darsono menyebut, warga selalu menggunakan WC tersebut untuk buang air besar. Namun untuk buang air kecil, kadang-kadang masih pergi ke kali.


Kemarau panjang hanya menyisakan air dari sumur pompa. Air dari sumur biasa sudah tidak bisa disedot dengan pompa listrik.


"Kalau kamar mandi lagi penuh, musti ngantre, ya sudah bawa ember saja ke sini (kali). Kalau buang air besar ya nggak lah, kan jatuhnya ke tanah situ. Lagian sudah dilarang oleh pemerintah," kata Darsono.

Baca juga: Masih BAB Sembarangan, Warga Secang Kulonprogo Rentan Terserang Penyakit (up/vit)