Dr Thomas Armstrong, PhD, pakar pendidikan anak dari Amerika Serikat mengatakan bahwa pendapat tersebut tidak salah, namun tidak sepenuhnya benar. Beberapa contoh orang hebat di dunia memang dilahirkan di keluarga yang memiliki riwayat kecerdasan tinggi.
Baca juga: Ini Dia 8 Kepintaran Anak Versi TeoriMultiple Intelligence (2)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Armstrong mengambil contoh ilmuwan terkemuka Albert Einstein. Einstein dilahirkan di keluarga sederhana. Bahkan pada masa kecilnya, Einstein kerap diolok-olok karena bicaranya yang gagap dan sulit membaca.
Nyatanya, Einstein kini dikenal sebagai salah satu orang dengan otak paling cerdas di dunia. Hal inilah yang membuat Dr Armstrong yakin bahwa dengan stimulasi yang tepat, anak bisa menjadi apa saja tanpa harus melihat latar belakang keluarganya.
dr Endang D Lestari, SpA(K), MPH, pakar nutrisi anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), memiliki pendapat serupa. Selain stimulasi dan rangsangan, hal penting lainnya yang harus diberikan orang tua kepada anak adalah nutrisi yang cukup dan seimbang.
Dikatakannya bahwa nutrisi sangat penting dalam tumbuh kembang anak. Bukan hanya soal tumbuh kembang secara fisik, namun juga tumbuh kembang di bagian otak.
"Kecukupan nutrisi sangat penting untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak. Pola makan seimbang dengan cukup karbohidrat, protein, dan zat nutrisi lainnya harus terpenuhi agar anak tumbuh pintar," pungkasnya.
Baca juga: Bunda, Kepintaran Anak Bukan Hanya Ditunjukkan Nilai Bagus di Sekolah Lho!
(mrs/up)











































